SIDAKPOST.ID, BUNGO — Keberhasilan belajar anak tidak selalu ditentukan oleh tinggi rendahnya nilai yang diperoleh di sekolah. Lebih dari itu, kebiasaan yang dilakukan secara rutin dapat membantu anak memahami pelajaran, membangun kemandirian, sekaligus membentuk karakter positif.
Kebiasaan belajar yang baik juga tidak harus dimulai dengan cara yang rumit. Hal-hal sederhana seperti mengatur waktu, membaca secara rutin, membuat catatan hingga mengurangi gangguan saat belajar dapat memberikan manfaat jika dilakukan secara konsisten.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menekankan pentingnya pembiasaan positif dalam kehidupan anak. Melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pemerintah mendorong kebiasaan seperti gemar belajar, bangun pagi, berolahraga, makan sehat dan bergizi, serta tidur cukup sebagai bagian dari pembentukan anak yang sehat, cerdas dan berkarakter.
Lantas, kebiasaan apa saja yang dapat membantu anak lebih mudah memahami pelajaran?
1. Membiasakan Belajar Secara Rutin
Belajar tidak harus dilakukan berjam-jam dalam satu waktu. Anak justru dapat dibiasakan belajar secara rutin dengan waktu yang teratur.
Misalnya, menyediakan waktu 30–60 menit setiap hari untuk membaca kembali materi yang dipelajari di sekolah. Kebiasaan ini membantu anak tidak menumpuk semua materi menjelang ujian.
Yang terpenting bukan hanya lamanya waktu belajar, tetapi konsistensi dalam melakukannya.
2. Membaca Materi Sebelum dan Sesudah Pelajaran
Membaca materi sebelum pelajaran dapat membantu anak memiliki gambaran mengenai topik yang akan dibahas guru.
Setelah pembelajaran selesai, anak dapat kembali membaca materi tersebut untuk mengingat poin-poin penting. Kebiasaan membaca secara teratur juga dapat membantu meningkatkan kemampuan memahami informasi.
Kemendikdasmen sendiri menilai pembiasaan membaca penting untuk membantu anak memahami informasi dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis di tengah banyaknya distraksi digital.









