Hingga saat ini, regulasi formal yang secara eksplisit mewajibkan pembelajaran Bahasa Inggris dan Sains sebagai mata pelajaran wajib di SD sederajat secara nasional belum sepenuhnya diberlakukan.
Arah kebijakan masih berada pada tahap wacana kebijakan, peta jalan (roadmap), dan penguatan kurikulum berbasis literasi global yang disiapkan pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, pembahasan dalam tulisan ini diposisikan sebagai argumentasi akademik dan rekomendasi strategis, bukan sebagai penjelasan implementasi kebijakan yang telah final.
Pendekatan ini penting agar diskursus publik dan akademik tetap jujur secara regulatif, sekaligus mendorong percepatan pengambilan kebijakan berbasis bukti ilmiah dan praktik kongkrit yang telah sukses di negara-negara ASEAN.
Arah penguatan Bahasa Inggris dan Sains lada pendidikan dasar saat ini lebih tampak melalui:
- Penekanan literasi sains dan numerasi dalam asesmen nasional.
- Dorongan internasionalisasi kurikulum dan kompetensi abad ke-21.
- Penguatan kapasitas guru melalui pelatihan berbasis STEM dan bilingual pedagogi.
Dengan demikian, kewajiban Bahasa Inggris dan Sains di SD perlu dipahami sebagai kebutuhan strategis bangsa, bukan semata mandat regulasi yang sudah berlaku.
E. Penutup
Pemberlakuan wajib pembelajaran bahasa Inggris dan sains di SD sederajat merupakan langkah akseleratif dan visioner dalam menyiapkan Generasi Indonesia Emas.
Bahasa Inggris membuka akses ke dunia global, sementara sains membentuk cara berpikir rasional dan inovatif.
Integrasi keduanya sejak PAUD hingga SD adalah investasi jangka panjang yang menentukan daya saing bangsa.







