7 Tanda Kolesterol Tinggi yang Sering Diabaikan, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat di 2026

Ilustrasi penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Foto: Madi/ AI

4. Xanthelasma atau Bercak Kekuningan di Kelopak Mata

Salah satu tanda fisik yang cukup khas adalah munculnya bercak kekuningan di sekitar kelopak mata. Kondisi yang disebut xanthelasma ini terjadi akibat penumpukan lemak di bawah kulit.

Meski tidak berbahaya, xanthelasma sering dikaitkan dengan kadar kolesterol yang tinggi sehingga perlu menjadi perhatian.

5. Kaki Mudah Pegal Saat Berjalan

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyakit arteri perifer, yaitu penyempitan pembuluh darah pada kaki.

Gejalanya berupa nyeri, pegal, atau kram pada betis ketika berjalan yang akan membaik setelah beristirahat. Jangan menganggap keluhan ini sebagai tanda kelelahan biasa.

6. Tekanan Darah Cenderung Tinggi

Kolesterol tinggi dan hipertensi sering kali muncul bersamaan. Penumpukan plak membuat pembuluh darah menjadi lebih sempit dan kaku sehingga jantung harus bekerja lebih keras memompa darah.

Karena itu, orang dengan tekanan darah tinggi disarankan untuk rutin memeriksa kadar kolesterol.

Baca Juga :  Bahaya Merokok dalam Jangka Panjang

7. Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung

Meski bukan gejala langsung, riwayat keluarga menjadi faktor risiko penting. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung memiliki peluang lebih besar mengalami kondisi serupa.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah terbaik untuk mendeteksi masalah sejak dini.

Cara Menurunkan Kolesterol Secara Alami

Selain mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter bila diperlukan, beberapa langkah berikut dapat membantu mengendalikan kadar kolesterol:

  • Perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian, dan makanan tinggi serat.
  • Batasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans seperti gorengan dan makanan cepat saji.
  • Rutin berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol.
  • Jaga berat badan tetap ideal.
  • Lakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala, terutama bagi yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki faktor risiko.
Baca Juga :  Puluhan Ekor Hewan di Tebo Disuntik Anti Rabies

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila Anda mengalami nyeri dada, sesak napas, kesemutan yang terus-menerus, atau memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Pemeriksaan profil lipid melalui tes darah merupakan cara paling akurat untuk mengetahui kadar kolesterol.

Semakin dini kolesterol tinggi terdeteksi, semakin besar peluang mencegah komplikasi seperti serangan jantung dan stroke.

Kolesterol tinggi sering dijuluki sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Namun, beberapa tanda seperti mudah lelah, nyeri dada, kesemutan, bercak kuning di kelopak mata, hingga pegal pada kaki saat berjalan patut diwaspadai.

Menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, aktif bergerak, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan merupakan langkah terbaik untuk mencegah dampak buruk kolesterol tinggi.