SIDAKPOST.ID, BUNGO – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, masih banyak penyakit yang berkembang tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Kondisi ini dikenal sebagai silent disease atau penyakit “diam-diam”, yaitu penyakit yang berkembang secara perlahan tanpa keluhan berarti hingga akhirnya menimbulkan komplikasi serius.
Karena minim gejala, banyak penderita baru mengetahui penyakitnya setelah kondisi tubuh mengalami kerusakan pada organ penting. Oleh sebab itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin menjadi langkah yang sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih berat.
Apa Itu Silent Disease?
Silent disease merupakan istilah untuk berbagai penyakit yang berkembang tanpa tanda atau gejala yang jelas. Penderitanya sering merasa sehat sehingga tidak menyadari adanya gangguan kesehatan yang sedang berlangsung.
Dalam banyak kasus, penyakit baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium lanjut atau menimbulkan komplikasi seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan penglihatan. Kementerian Kesehatan RI juga menegaskan bahwa hipertensi dan diabetes termasuk penyakit yang sering berkembang tanpa gejala sehingga disebut sebagai silent killer.
Jenis Silent Disease yang Perlu Diwaspadai
1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Hipertensi sering disebut sebagai pembunuh senyap karena sebagian besar penderita tidak merasakan gejala. Padahal tekanan darah yang terus tinggi dapat merusak pembuluh darah, jantung, ginjal, dan otak.
Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, gagal ginjal, hingga penyakit jantung koroner.








