“Masyarakat sangat mematuhi arahan dari kami untuk berkumpul di suatu tempat untuk dievakuasi oleh TNI, karena mereka sudah merasa terancam oleh keberadaan KKSB,” ucap Dansatgas.
Ketika para guru dan masyarakat sudah berkumpul, TNI langsung melakukan pengamanan dan memastikan bahwa masyarakat aman dari gangguan KKSB.
“Syukur, prajurit kami sudah berhasil mengevakuasi 18 guru yang mengalami penyiksaan oleh kelompok KKSB, sekarang ada 13 guru yang sudah berada di Timika terdiri dari 7 perempuan dan 6 laki-laki, sedangkan 5 orang sisanya masih berada di Aroanop untuk menunggu proses evakuasi selanjutnya,” terangnya.
Kemungkinan proses evakuasi 5 orang tersebut akan dilakukan besok, Jumat karena pada hari ini helikopter dari Penerbad tidak bisa terbang dikarenakan faktor cuaca. (red/jnn)
Sumber : Kapendam XVII/Cenderawasi
Kolonel Inf Muhammad Aidi.







