Tak Kenal Lelah, Prajurit TNI Selamatkan 18 Guru Dari Kelompok Separatis di Kampung Aroanop

Saat itu juga masyarakat sudah aman saat prajurit TNI berhasil memukul mundur kelompok KKSB tersebut. Masyarakat dikumpulkan di bandara Aroanop dan Dansatgas memberikan arahan kepada masyarakat.

“Saya mengumpulkan masyarakat dan memberi arahan kepada mereka bahwa situasi dan kondisi di Aroanop kompleks yang terdiri dari enam kampung sudah kami duduki dan masyarakat dapat melanjutkan kembali aktifitas seperti biasa,”ucap Dansatgas.

Prajurit TNI saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kelompok KKSB yang berjumlah kurang lebih 20 orang dimana mereka lari ke kmapung Jagamin yang mana kampung tersebut adalah jalan untuk kelompok KKSB melarikan diri.

Baca Juga :  Lagi, Babinsa Koramil 416-06/Muara Bungo Patroli Karhutla

“Kita sudah mengejar dan mengevakuasi guru yang ada di kampung Jagamin serta mengamankan wilayah yang sempat menjadi tempat persembunyian KKSB,” jelasnya lagi.

Kelompok KKSB itu sendiri terdiri dari kelompok-kelompok separatis di Papua salah satunya adalah Jhoni Botak dan Nawaker. Pada saat KKSB menyerang kampung Aroanop, mereka menyiksa guru-guru pengajar di kampung tersebut. Kelompok KKSB ini tidak segan-segan untuk menyiksa masyarakat.

“Ada guru-guru dan masyarakat yang mengalami luka memar di wajah karena mendapat penyiksaan kekerasan yang dilakukan oleh KKSB ini, 18 guru ini juga mengalami trauma dan stress yang tinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Menteri LHK : Penghijauan di Lebak dan Bogor Dilakukan Bersamaan Konservasi Tanah dan Air

Kelompok KKSB ini merupakan kelompok gabungan separatis Papua dari Ilaga, Puncak Jaya dan tempat rawan lain dan seperti diketahui bahwa pada saat penyerangan di Banti Kompleks itu kekuatan sangat besar dari KKSB dan masing-masing orang dari mereka memegang senjata api.

Saat proses evakuasi di kampung Aroanop ini, antusias masyarakat sangat baik dan mau mengikuti arahan dari prajurit TNI untuk berkumpul di satu titikk yaitu di bandara Aroanop.