SIDAKPOST.ID, PARIAMAN – Usai menghadiri puncak Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 di Pantai Gandoriah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, Drs. Ariansyah, M.E., bersilaturahmi dengan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, S.AP. dan Sekretaris Daerah Kota Pariaman Drs. Afrizal Azhar, M.Si., di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Pariaman, Senin (29/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan itu menjadi momentum mempererat hubungan antara Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Pariaman, sekaligus bertukar gagasan mengenai pengembangan budaya, pariwisata, dan komunikasi publik.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Dinas Kominfo Provinsi Jambi serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Pariaman.
Dalam kesempatan itu, Ariansyah mengapresiasi penyelenggaraan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 yang dinilai mampu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan, sekaligus menjadi contoh keberhasilan dalam melestarikan budaya lokal.
“Acaranya sangat bagus. Ini menunjukkan komitmen masyarakat Pariaman dalam menjaga tradisi. Kami ingin belajar bagaimana pengelolaan komunikasi publik dan promosi budaya ini sehingga dapat menjadi contoh bagi program-program di Jambi,” ujarnya.
Saat diwawancarai usai pertemuan, Ariansyah mengatakan silaturahmi tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih erat antara kedua daerah, termasuk rencana kunjungan balasan dari Pemerintah Kota Pariaman ke Provinsi Jambi.
“Kami bertemu Pak Sekda dan Pak Wakil Wali Kota pagi ini untuk menjalin kembali hubungan silaturahmi. Pertemuan ini tidak formal, lebih kepada saling bertukar kabar dan memperkuat hubungan emosional antara kedua daerah,” katanya.
Menurut Ariansyah, hubungan antara Jambi dan Pariaman memiliki ikatan historis dan kultural yang kuat. Salah satu buktinya adalah kedekatan Gubernur Jambi dengan masyarakat Pariaman melalui Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Jambi.
Ia mengungkapkan, Gubernur Jambi pernah dianugerahi gelar kehormatan adat Sutan Rajo Alam Nan Kuniang oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Pariaman, sementara Hj. Hesnidar Haris menerima gelar Bundo Uniang Rancak Nan Elok.
“Pemberian gelar adat tersebut semakin mempererat hubungan emosional antara masyarakat Pariaman dan Jambi,” tambahnya.
Dalam pertemuan itu juga dibahas rencana kunjungan pejabat Kota Pariaman ke Jambi. Selain agenda pemerintahan, rombongan juga direncanakan mengikuti kegiatan olahraga, termasuk pertandingan tenis persahabatan.
“Mereka menyampaikan rencana untuk datang lebih dulu ke Jambi dan tentu akan kami sambut secara resmi,” ujar Ariansyah.
Bagi Ariansyah, kunjungan ke Pariaman juga memiliki makna tersendiri karena merupakan kampung halaman keluarganya.
“Kebetulan daerah ini adalah kampung halaman saya. Ibu saya berasal dari Sungai Sariak, Padang Pariaman, dari suku Jambak. Hari ini saya juga berkesempatan mengunjungi kampung halaman serta bersilaturahmi dengan sanak saudara,” tuturnya.
Ia menambahkan, Sekda Kota Pariaman juga akan mendampingi rombongan untuk bersilaturahmi dengan keluarga besarnya di Sungai Sariak.
“Kunjungan ini bukan hanya mempererat hubungan antarpemerintah, tetapi juga memperkuat ikatan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama,” katanya.
Ariansyah menegaskan, silaturahmi antar daerah menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi dan membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, kebudayaan, pariwisata hingga olahraga. Menurutnya, agenda kunjungan lanjutan akan dimatangkan setelah jadwal dari kedua belah pihak disepakati.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi dan Sekda Pariaman Afrizal Azhar menyambut baik kunjungan rombongan Pemerintah Provinsi Jambi. Mereka menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan event budaya, promosi pariwisata, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik.
“Kami terbuka untuk menjalin kerja sama dan saling bertukar pengalaman, terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk publikasi kegiatan, pengelolaan pengunjung, serta pelibatan komunitas lokal dalam setiap agenda budaya,” kata Afrizal. (Ais)







