SIDAKPOST.ID, TEBO – Luapan kekecewaan Komunitas dan Seniman serta Penggiat seni budaya di Kabupaten Tebo tak terbendung lagi. Pasalnya, sikap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tebo yang dinilai mengabaikan dan tidak sejalan dengan semangat memajukan seni dan kebudayaan daerah sebagai budaya nusantara.
Kritikkan disampaikan langsung dihadapan Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, pada saat diskusi usai pemutaran film dokumenter “BESALE” Suku Anak Dalam di Rumah Seni Budaya Tebo.
Forum yang semula berlangsung santai berubah menjadi ajang penyampaian kritik terbuka terhadap kinerja Disdikbud Tebo.
Ketua Rumah Seni Budaya Tebo yang juga Seniman Syahrial, menyoroti ketidakhadiran Kepala Disdikbud Tebo dalam kegiatan yang sarat nilai kebudayaan darah nusantara ini.
Ironisnya lagi, kegiatan tersebut justru hanya dihadiri perwakilan dari bidang yang tidak membidangi kebudayaan. Sebenarnya Bidang kebudayaan itu kan ada, tapi kok yang datang justru dari bidang PNF.
“Hal ini mencerminkan ada persoalan serius dalam cara Disdikbud memandang seni dan budaya di Tebo, ” ungkap Syahrial, nasa serius.
Dikatakannya, bahwa ketidakhadiran pejabat yang berwenang bukan sekadar soal protokoler, melainkan cerminan rendahnya prioritas terhadap isu kebudayaan.
Kondisi ini berpotensi membuat visi dan misi kepala daerah terkait pemajuan kebudayaan hanya menjadi slogan politik tanpa implementasi nyata.
“ Memang kalau mental Dinasnya seperti ini, jangan mimpi visi misi memajukan seni dan budaya bisa terwujud di Tebo. Ini sangat berbahaya bagi masa depan kebudayaan di Bumi Seentak Galah Serengkuh Dayung Kabupaten Tebo, ” Sebut Syahrial.








