SIDAKPOST.ID, BUNGO — Pemerintah Indonesia memasuki babak baru dalam upaya pemerataan pendidikan bermutu melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Sebanyak 17 SNT di 14 provinsi ditargetkan mulai memberikan layanan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027, menjadi langkah awal dari program besar pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas hingga ke berbagai daerah.
Program tersebut dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih terintegrasi. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029. Sementara itu, dari 37 lokasi yang menjadi sasaran pembangunan pada 2026, sebanyak 17 lokasi dipersiapkan untuk mulai menerima peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027 dan 20 lokasi lainnya dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027.
Menghubungkan Pendidikan SMP dan SMA
Salah satu karakter utama SNT adalah konsep pembelajaran yang berkelanjutan dari jenjang SMP menuju SMA. Model ini diharapkan mampu menciptakan kesinambungan proses pendidikan sekaligus memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.
Kurikulum yang digunakan tetap mengacu pada kurikulum nasional, tetapi diperkaya dengan kompetensi global serta pendekatan STEM yang mencakup sains, teknologi, teknik, dan matematika. Pengembangan bakat peserta didik juga menjadi perhatian sehingga potensi siswa dapat diarahkan secara lebih terukur.
Dengan pendekatan tersebut, SNT tidak sekadar dipandang sebagai pembangunan gedung sekolah baru. Lebih jauh, program ini diarahkan untuk membangun model pendidikan yang mengintegrasikan fasilitas, pembelajaran, tenaga pendidik, kepemimpinan sekolah, serta pengembangan potensi siswa.









