6. Jangan melakukan pekerjaan kebun yang tidak perlu saat kondisi sangat kering
Saat tanaman sedang menghadapi tekanan kekeringan, kegiatan pemeliharaan sebaiknya diprioritaskan pada pekerjaan yang benar-benar diperlukan.
Pembersihan gulma, pemeriksaan tanaman, pengendalian OPT, dan pemeliharaan piringan tetap dilakukan sesuai kebutuhan. Hindari pekerjaan yang berpotensi menambah stres tanaman atau merusak sistem perakaran.
Pada tanaman TBM, pemeliharaan bertujuan membentuk pertumbuhan vegetatif yang kuat. Karena itu, setiap tindakan di lapangan sebaiknya mempertimbangkan kondisi tanaman dan lingkungan kebun.
7. Lakukan pemantauan kebun secara rutin
Kemarau sebaiknya tidak hanya dihadapi ketika tanaman sudah menunjukkan gejala kekeringan. Pekebun perlu melakukan pemantauan sejak awal musim kering.
Periksa tanaman secara berkala, terutama pada blok yang tanahnya lebih cepat kering atau memiliki sumber air terbatas. Catat tanaman yang pertumbuhannya kurang baik sehingga tindakan perawatan dapat dilakukan lebih cepat.
Merawat sawit TBM pada musim kemarau membutuhkan perhatian terhadap air, kelembapan tanah, gulma, pemupukan, dan kesehatan tanaman. Menjaga kondisi tanah tetap mendukung perakaran, menyediakan air ketika diperlukan, serta melakukan pemeliharaan secara tepat dapat membantu mengurangi risiko stres kekeringan.
Dengan pemeliharaan yang konsisten sejak fase TBM, tanaman diharapkan tumbuh lebih seragam dan memiliki kondisi yang lebih baik ketika memasuki masa menghasilkan.
Sumber:
- https://ditjenbun.pertanian.go.id/hadapi-musim-kemarau-kementan-perkuat-mitigasi-kekeringan-di-sektor-perkebunan/
- https://ditjenbun.pertanian.go.id/hadapi-perubahan-iklim-yang-kian-ekstrem-kementan-perkuat-mitigasi-untuk-lindungi-perkebunan-indonesia/
- https://ditjenbun.pertanian.go.id/dampak-perubahan-iklim-terhadap-perkembangan-organisme-pengganggu-tumbuhan-opt-tanaman-perkebunan/
Editor: Madi








