Dosis Standar Pemupukan Kelapa Sawit TBM (Belum Menghasilkan) Sesuai Rekomendasi PPKS

Dosis standar pemupukan kelapa sawit TBM pada tanah mineral sesuai rekomendasi PPKS. Foto: PPKS

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Pemupukan yang tepat pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) menjadi investasi penting bagi keberhasilan budidaya kelapa sawit. Pada fase ini, tanaman belum memproduksi tandan buah segar (TBS), tetapi sedang membentuk sistem perakaran, batang, dan tajuk yang akan menentukan produktivitas pada masa menghasilkan. Oleh karena itu, pemupukan harus dilakukan secara tepat waktu, tepat dosis, tepat jenis, dan tepat cara aplikasi.

Rekomendasi pemupukan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menjadi salah satu acuan yang banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan maupun pekebun swadaya. Dengan mengikuti dosis yang dianjurkan, tanaman dapat tumbuh lebih sehat, seragam, dan memiliki potensi produksi yang lebih tinggi saat memasuki fase menghasilkan.

Mengapa Pemupukan TBM Sangat Penting?

Tanaman kelapa sawit membutuhkan unsur hara dalam jumlah yang cukup sejak awal pertumbuhan. Kekurangan unsur hara pada masa TBM dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, diameter batang kecil, jumlah pelepah berkurang, perkembangan akar tidak optimal, hingga keterlambatan memasuki masa produksi.

Baca Juga :  DPD Tani Merdeka Indonesia Tebo Ikuti Sosialisasi PM-AAS, Dorong Pertanian Modern Demi Kedaulatan Pangan

Sebaliknya, pemberian pupuk sesuai kebutuhan akan memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman.
  • Membentuk sistem perakaran yang kuat.
  • Meningkatkan luas dan jumlah daun untuk mendukung proses fotosintesis.
  • Menyiapkan tanaman agar mampu menghasilkan produksi optimal pada fase TM (Tanaman Menghasilkan).
  • Mengurangi risiko defisiensi unsur hara.
Baca Juga :  Cara Menanam Kelapa Sawit yang Benar

Fungsi Setiap Jenis Pupuk

1. Urea

Urea merupakan sumber unsur Nitrogen (N) yang berfungsi merangsang pertumbuhan daun, batang, dan pelepah. Nitrogen juga berperan penting dalam pembentukan klorofil sehingga proses fotosintesis berlangsung lebih optimal.

Gejala kekurangan nitrogen biasanya ditandai dengan daun berwarna hijau pucat hingga kekuningan serta pertumbuhan tanaman menjadi lambat.