Opini  

Kompetensi Guru dan Kemandirian Dalam Metode Pengajaran di Sekolah

Jika kurikulum Sekolah Penggerak sukses disosialisasikan dan diterapkan hingga ke daerah-daerah maka ini juga akan menjadi terobosan besar di masa Pandemi yang saat ini mengharuskan pembelajaran jarak jauh atau PJJ serta hybrid learning, dimana terjadi banyak sekali persoalan learning loss akibat kekurangan akses terhadap pembelajaran bagi murid.

*Guru Belajar dan Berbagi*

Kompetensi guru juga dapat ditingkatkan melalui Program Guru Belajar dan Berbagi. Program yang merupakan kolaborasi pemerintah, guru serta komunitas dan penggerak pendidikan ini perlu memperhatikan bagaimana sebaiknya penerapan pembelajaran yang baik bagi murid khususnya di masa Pandemi.

Baca Juga :  Bahaya Narkoba Sabu: Otak Rusak, Emosi Tak Stabil, Rumah Tangga Hancur

Selain itu melalui program ini guru-guru di seluruh Indonesia dapat bertemu melalui daring tanpa terbatas jarak, sehingga dapat saling berkonsultasi dan bertukar pengalaman mengenai kelebihan dan kekurangan pelaksanaan program ini di masing masing daerah. Program ini juga dapat membuat guru menjadi mandiri karena melalui portal yang disediakan dapat menjadi inspirasi bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran, selain itu guru juga dapat membandingkan RPP serta metode-metode pembelajaran yang baik untuk dapat dicontoh dari satu daerah ke daerah lainnya.

Sebenarnya program ini memberi keleluasaan bagi guru, sehingga guru bisa mandiri dalam mengembangkan metode pembelajaran berdasarkan Kurikulum Sekolah Penggerak yang memang mendorong guru untuk menerapkan sistem pembelajaran yang merdeka bagi murid serta sistem pembelajaran yang dua arah sehingga terjadi kesinambungan pembelajaran antara guru dan murid.

Baca Juga :  Cengengesan dan Ketidakstabilan Emosional dalam Debat Cagub Jambi 2024

Hingga saat ini melalui data Kemendikbud Ristek sudah terdapat lebih dari 500 ribu guru yang mendapatkan asesmen kompetensi minimum (AKM), lebih dari 490 ribu guru yang berfokus pada seri belajar mandiri serta lebih dari 53 ribu guru sebagai peserta seri pengelolaan pembelajaran di sekolah penyelenggaraan pendidikan inklusif.