Bentuk Kesombongan di Kehidupan Sehari-hari
Kesombongan tidak selalu terlihat secara terang-terangan. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti:
- Merasa paling benar dan tidak mau menerima nasihat.
- Merendahkan pekerjaan orang lain.
- Membanggakan harta atau jabatan secara berlebihan.
- Menghina orang miskin.
- Pamer kekayaan untuk mendapatkan pujian.
- Tidak menghargai pendapat orang lain.
- Enggan meminta maaf ketika melakukan kesalahan.
Sikap-sikap tersebut perlahan dapat merusak hubungan sosial dan menjauhkan seseorang dari akhlak mulia yang diajarkan Islam.
Allah Tidak Menyukai Orang yang Sombong
Al-Qur’an memberikan peringatan agar manusia tidak berlaku angkuh.
Dalam Surah Luqman ayat 18, Allah SWT berfirman:
“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia karena sombong dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
Ayat tersebut mengajarkan pentingnya bersikap rendah hati dalam bergaul dengan sesama.
Rendah Hati adalah Ciri Orang Beriman
Lawan dari kesombongan adalah tawadhu’, yaitu sikap rendah hati. Tawadhu’ bukan berarti merendahkan diri atau merasa tidak berharga, melainkan menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT.
Orang yang tawadhu’ tetap percaya diri, tetapi tidak meremehkan orang lain. Ia menghormati siapa pun tanpa memandang status sosial, kekayaan, maupun latar belakang.
Rasulullah SAW sendiri menjadi teladan terbaik dalam bersikap rendah hati. Meski memiliki kedudukan mulia sebagai utusan Allah, beliau tetap membantu pekerjaan rumah, duduk bersama para sahabat, serta memperlakukan semua orang dengan penuh kasih sayang.








