Barang Cepat Rusak dan Uang Cepat Habis, Tanda Kurang Berkah? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Ilustrasi barang rumah tangga yang cepat rusak dan pengeluaran yang terus membengkak sebagai simbol pentingnya keberkahan dalam rezeki. Foto: Madi/ AI

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Banyak orang pernah mengalami kejadian yang terasa janggal. Baru membeli barang elektronik, beberapa bulan kemudian sudah rusak. Kendaraan sering masuk bengkel. Peralatan rumah tangga silih berganti diperbaiki. Di sisi lain, penghasilan yang sebenarnya cukup justru terasa cepat habis tanpa diketahui ke mana perginya.

Dalam salah satu kajiannya, Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan bahwa keberkahan harta bukan diukur dari banyaknya nominal, melainkan dari manfaat yang dihasilkan. Harta yang berkah akan memberikan ketenangan, mencukupi kebutuhan, serta membawa manfaat bagi pemiliknya dan orang lain. Sebaliknya, harta yang kurang berkah sering kali habis tanpa memberikan nilai yang berarti.

Barang Cepat Rusak Bisa Menjadi Pengingat

UAH tidak secara spesifik menyatakan bahwa setiap barang yang cepat rusak pasti karena harta tidak berkah. Sebab, kerusakan barang juga bisa disebabkan oleh kualitas produk, cara penggunaan, maupun faktor usia pemakaian.

Baca Juga :  Biasakan Tabayyun Bila Menerima Informasi

Namun, apabila seseorang terus-menerus mengalami pengeluaran besar akibat barang yang mudah rusak, uang habis tanpa manfaat, dan hidup terasa tidak pernah cukup, kondisi tersebut dapat menjadi bahan introspeksi terhadap cara memperoleh, mengelola, dan menggunakan harta.

Ciri Harta Kurang Berkah Menurut UAH

Dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menyebut beberapa tanda yang patut diwaspadai, di antaranya:

  • Penghasilan cepat habis bukan untuk kebutuhan yang penting.
  • Gemar membeli barang hanya karena keinginan, bukan kebutuhan.
  • Banyak mengoleksi barang tetapi jarang atau bahkan tidak pernah digunakan.
  • Sulit merasakan ketenangan meskipun pendapatan terus bertambah.
  • Harta tidak memberi manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Baca Juga :  Meneladani Kepemimpinan Rasulullah dalam Kehidupan

Menurut beliau, keberkahan bukan berarti seseorang harus hidup miskin atau tidak boleh memiliki barang yang bagus. Islam justru menganjurkan umatnya mencari rezeki yang halal. Yang menjadi persoalan adalah ketika harta hanya dipenuhi untuk memuaskan hawa nafsu tanpa nilai manfaat yang jelas.