Menurut dia, jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan pekerjaan.
Salah satu gambaran nyata pentingnya perlindungan tersebut terlihat dari pengalaman seorang pekerja di Muara Bungo yang mengalami kecelakaan kerja saat sedang beristirahat.
Saat itu, pekerja tersebut tengah beristirahat di bawah truk. Namun, kondisi berubah menjadi musibah ketika kendaraan tersebut bergerak dan pekerja tersebut terlindas.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa risiko kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, bahkan ketika seorang pekerja sedang mengambil waktu untuk beristirahat.
Dalam kondisi seperti ini, keberadaan jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi sangat penting. Perlindungan yang dimiliki peserta dapat memberikan dukungan ketika pekerja menghadapi risiko kecelakaan kerja, sehingga pekerja dan keluarganya tidak harus menghadapi beban tersebut seorang diri.
“Kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa risiko pekerjaan tidak selalu bisa diprediksi. Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting. Ketika risiko terjadi, kami ingin memastikan pekerja mendapatkan hak dan manfaat sesuai ketentuan, sehingga mereka bisa fokus pada proses pemulihan dan kembali melanjutkan kehidupannya,” kata Bisyri.
Bagi BPJS Ketenagakerjaan, kehadiran tersebut tidak lantas berhenti ketika manfaat telah diberikan. Ada kehidupan yang harus dilanjutkan, ada keluarga yang perlu kembali berdiri, dan ada pekerja maupun ahli waris yang membutuhkan dukungan untuk kembali berdaya setelah menghadapi masa sulit. Semangat inilah yang sejalan dengan konsep Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS Ketenagakerjaan.









