“Setelah pengamatan, terdapat indikasi pengaruh signifikan dari keberadaan bandara terhadap pergerakan penumpang, khususnya dari Bungo menuju Merangin Geopark dan Kerinci, serta dari Kota Jambi ke Bungo. Sementara itu, potensi dari Tanjung Jabung Barat tampaknya lebih terfokus pada jalur pelabuhan Roro. Peningkatan kapasitas bandara diharapkan dapat mendorong pertumbuhan potensi ini lebih lanjut,” ungkapnya.
“Kami juga berharap, seperti yang telah kami sampaikan kepada Bapak Menteri Perhubungan, terkait penambahan panjang landasan pacu (runway) di tiga bandara, yaitu bandara Sultan Thaha, bandara di Bungo dan Depati Parbo di Kerinci, sepanjang 300 meter. Dengan demikian, bandara-bandara ini dapat mengakomodasi pesawat berbadan besar. Kami telah menyampaikan hal ini kepada Menteri Perhubungan, dan kami mohon dukungan dari Bapak/Ibu, khususnya melalui rekan-rekan di Jakarta, untuk merealisasikan hal ini. Kami yakin, jika ketiga bandara ini dapat beroperasi secara optimal, kunjungan wisata ke Jambi akan meningkat secara signifikan. Saat ini, pembangunan apron di bandara Kerinci sedang berjalan. Kami berharap Bapak/Ibu dapat membantu dalam proses ini,” harapnya.
“Dengan rasa syukur, kami menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak, pemangku kepentingan, serta masyarakat Provinsi Jambi, termasuk Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, atas kontribusi dan dukungan yang diberikan dalam penyelenggaraan acara budaya tahunan Provinsi Jambi ini,” tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Pariwasata RI yang diwakili oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Faisal, M.M.Par, CHE mengatakan, dengan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi dan berinovasi dalam memajukan sektor pariwisata, khususnya melalui penyelenggaraan Festival Batanghari yang kembali terpilih dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.







