Meski belum sepopuler sungai-sungai besar lain di dunia, seperti Sungai Nil atau Sungai Gangga, Sungai Batanghari menambah bukti bahwa peradaban besar bisa tumbuh dari sungai.
“Oleh karena itu, saya berharap event Festival Batanghari ini dapat menjadi panggilan bagi seluruh masyarakat Provinsi Jambi untuk menjadi pelaku perubahan, bukan hanya menjadi penonton. Setiap tarian, nyanyian, dan tradisi yang diangkat dan disajikan dalam kegiatan ini adalah cerminan dari kekayaan warisan negeri kita, sekaligus potensi luar biasa yang dimiliki, yang harus kita optimalkan untuk kemajuan dan kemakmuran bersama,” katanya.
“Saya yakin dengan semangat kolektif, kita bersama bisa melestarikan budaya agar tidak punah, menggerakkan ekonomi lokal, membangun pariwisata yang berkelanjutan serta menjadikan Sungai Batanghari sebagai kebanggaan bangsa. Saya mengajak semua pihak untuk bergerak bersama, dengan aksi nyata sekecil apapun untuk mewujudkan peradaban Sungai Batanghari yang jaya itu menjadi nyata, tidak hanya di
masa lalu, tetapi juga di masa kini hingga di masa depan,” sambungnya.
Kemudian Gubernur Al Haris mengungkapkan, berdasarkan data pergerakan Wisatawan Nusantara (Wisnus) dan Wisatawan Mancanegara (Wisman) Provinsi Jambi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, jumlah Wisatawan Nusantara ke Provinsi Jambi tahun 2024 sebanyak 5.056.717 orang, jumlah Wisatawan Mancanegara ke Provinsi Jambi tahun 2024 sebanyak 12.138 orang.
Menurutnya, tradisi ini memiliki nilai budaya tinggi, sarat filosofi, serta menjadi warisan adat masyarakat Kerinci yang layak ditampilkan di tingkat nasional maupun internasional.







