Gubernur Al Haris Dorong Kenduri SKO Masuk KEN 2026

Gubernur Jambi Al Haris membuka secara resmi Festival Batanghari Tahun 2025. Foto : Diskominfo

Kemudian KEN memberikan dampak yang signifikan. Kehadiran KEN di tengah masyarakat, yang difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata, sangat krusial dalam upaya pengembangan pariwisata di tingkat kabupaten/kota. Oleh karena itu, KEN berperan penting bagi masyarakat Provinsi Jambi.

“Kami mengusulkan kepada Ibu Menteri untuk mempertimbangkan penambahan jumlah KEN, dari dua menjadi tiga, mengingat pengalaman sebelumnya dengan acara kebudayaan. Kami berharap Ibu Menteri dapat mempertimbangkan usulan ini,” katanya.

“Kenduri Sko juga memiliki nilai historis dan jumlahnya signifikan di Kerinci. Kami berencana untuk menyelenggarakan Kenduri Sko akbar, yang diharapkan dapat menjadi tambahan KEN di masa mendatang, sehingga jumlahnya bertambah dari dua menjadi tiga,” lanjutnya.

Baca Juga :  Lepas Kloter Perdana Keberangkatan Haji 2026 Provinsi Jambi, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbaik untuk Jema'ah

Gubernur Al Haris mengatakan, Festival Batanghari lebih dari sekedar seremonial atau acara tahunan bertaraf nasional yang menjadi kebanggaan Provinsi Jambi. Festival Batanghari menjadi bagian dari komitmen seluruh masyarakat Provinsi Jambi, tentu saja dengan dukungan pemerintah pusat, untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya, sejarah, serta peradaban yang tumbuh dan berkembang di sepanjang aliran sungai Batanghari, yang menjadi nadi kehidupan masyarakat negeri ini sejak zaman dahulu kala.

Baca Juga :  Cegah Radikalisme, BNPT bersama FKPT Gelar Aksi Musik Anak Bangsa

Al Haris juga mengatakan, Festival Batanghari mengangkat riwayat kemasyhuran Sungai Batanghari yang menjadi jalur perdagangan dan transportasi yang penting sejak ratusan tahun lalu, menghubungkan wilayah hulu dan hilir, memudahkan rempah, emas, dan hasil bumi lainnya ke jalur internasional.

Selain sebagai kawasan perdagangan, kompleks Candi Muaro Jambi menjadi saksi bahwa Sungai Batanghari adalah kawasan yang pernah menjadi pusat pendidikan agama Budha dan pusat intelektual, yang tentu saja memiliki relasi internasional.