“Dia Masuk Surga Karena Bisa Menahan Amarahnya”, Pesan Ustadz Abdul Somad dalam Khutbah Jum’at

Tangkapan layar tayangan khutbah Ustadz Abdul Somad di kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official yang membahas keutamaan menahan amarah sebagai salah satu jalan meraih surga. Foto: Madi

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak umat Islam untuk senantiasa menjaga akhlak dan mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikannya dalam khutbah Jum’at bertajuk “Dia Masuk Surga Karna Bisa Menahan Amarahnya” yang tayang melalui kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official.

Dalam ceramahnya, UAS menjelaskan bahwa amarah merupakan sifat yang dimiliki setiap manusia. Namun, seorang muslim dituntut untuk mampu mengendalikan emosi agar tidak menimbulkan perpecahan, permusuhan, maupun penyesalan di kemudian hari.

Dari materi khutbah yang dipantau Sidakpost.id melalui tayangan di kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official, UAS menyampaikan bahwa banyak persoalan dalam rumah tangga, lingkungan masyarakat, hingga hubungan persaudaraan bermula dari ketidakmampuan seseorang mengendalikan amarahnya.

Menurutnya, Islam memberikan tuntunan yang jelas ketika seseorang sedang marah. Di antaranya dengan memperbanyak mengingat Allah SWT, beristighfar, berwudu, serta mengubah posisi dari berdiri menjadi duduk atau berbaring agar emosi dapat mereda.

Baca Juga :  UAS: Jangan Putus Asa, Tobat yang Diulang Tetap Lebih Baik daripada Terus Bermaksiat

UAS juga mengingatkan bahwa menahan amarah bukan berarti membiarkan diri diperlakukan semena-mena. Namun, menahan amarah merupakan kemampuan mengendalikan diri agar tidak bertindak di luar batas yang ditentukan agama.

Ia menuturkan bahwa orang yang mampu menguasai emosinya akan lebih mudah menjaga hubungan baik dengan sesama, menghindari pertikaian, serta menciptakan suasana damai di tengah masyarakat.

Dalam khutbah tersebut, UAS turut mengisahkan teladan para sahabat Rasulullah SAW yang dikenal memiliki kesabaran luar biasa meskipun menghadapi berbagai ujian dan perlakuan yang tidak menyenangkan. Sikap sabar dan lapang dada itulah yang menjadi salah satu ciri orang bertakwa.

Lebih lanjut, UAS menegaskan bahwa Allah SWT memberikan kedudukan yang tinggi bagi hamba-Nya yang mampu menahan amarah. Bahkan, kemampuan mengendalikan emosi disebut sebagai salah satu amalan yang dapat mengantarkan seseorang memperoleh balasan surga.

Menurutnya, di era saat ini, tantangan untuk menahan amarah semakin besar, terutama dengan perkembangan media sosial yang kerap memicu perdebatan dan konflik. Karena itu, umat Islam diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam berbicara maupun menanggapi suatu persoalan.

Baca Juga :  Istiqamah, Ujian Terberat dalam Hidup: Ketika Bertahan di Jalan yang Benar Lebih Sulit dari Memulai

Pada akhir khutbahnya, Ustadz Abdul Somad mengingatkan jamaah agar tidak mudah terpancing emosi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Orang kuat itu bukan yang menang bergulat atau menang berkelahi. Orang kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya ketika ia sedang marah,” ujar Ustadz Abdul Somad.

Ia mengajak umat Islam untuk menjadikan kesabaran dan pengendalian diri sebagai bagian dari akhlak sehari-hari. Menurutnya, kemampuan menahan amarah tidak hanya menjaga hubungan dengan sesama manusia, tetapi juga menjadi salah satu amalan yang bernilai besar di sisi Allah SWT.

“Kalau mampu menahan amarah, insya Allah hati menjadi tenang, persaudaraan terjaga, dan Allah menyiapkan balasan yang mulia bagi hamba-Nya,” tutup UAS. (Sum)