“Tahun ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan karena untuk kelima kalinya Festival Batanghari kembali terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara,” ujar Raden Wisnu.
Ia mengatakan, Festival Batanghari memiliki identitas yang kuat karena mengangkat Sungai Batanghari sebagai bagian penting dari sejarah, budaya dan kehidupan masyarakat Jambi.
“Batanghari bukan sekadar sungai. Batanghari adalah nadi kehidupan, jalur perdagangan, pusat lahirnya peradaban Melayu Jambi sekaligus ruang tumbuhnya tradisi, seni dan budaya,” katanya.
Raden Wisnu menjelaskan, Kementerian Pariwisata terus mendorong setiap daerah untuk mengembangkan cerita dan kekayaan budaya lokal menjadi pengalaman wisata yang berkualitas.
Menurutnya, penyelenggaraan event tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada masyarakat lokal.
Ia juga mendorong pengembangan pariwisata regeneratif, yakni pariwisata yang tidak hanya menjaga kelestarian alam dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
“Kami berharap Festival Batanghari terus berkembang menjadi signature event Provinsi Jambi. Semoga tahun depan bisa masuk 10 besar dan menjadi kebanggaan masyarakat Jambi sekaligus magnet wisata budaya yang mampu menarik wisatawan Nusantara maupun mancanegara,” pungkasnya. (Ais)









