Dari Anak Buruh Tani ke Mahasiswa Berprestasi Utama, Perjalanan Deni Maulana Menembus Batas Keterbatasan

Deni Maulana berpose usai dinobatkan sebagai Juara 1 Mahasiswa Berprestasi tingkat sarjana di Universitas Gadjah Mada tahun 2026. Foto: Dok. ugm.ac.id

Menghadirkan Kebahagiaan Sederhana untuk Ibu

Kesuksesan Deni tidak terlepas dari peran sang ibu. Sejak awal kuliah, ia memilih mengajak ibunya tinggal bersamanya di Yogyakarta. Dari dana beasiswa yang diterimanya, ia menyewa kontrakan sederhana agar bisa hidup berdampingan dengan sosok yang selama ini menjadi sumber kekuatannya.

“Bagi saya, ibu adalah segalanya. Jika ada yang bertanya apa kunci saya bisa sampai di titik ini, bahkan menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama UGM, maka jawabannya sederhana, doa ibu,” ujarnya.

Konsistensi Mengantar ke Puncak Prestasi

Gelar Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 2026 bukanlah capaian instan. Sejak semester pertama, Deni telah menyiapkan diri dengan membangun portofolio akademik dan non-akademik secara konsisten.

Baca Juga :  Cara Menyusun Skripsi Agar Cepat Selesai Kuliah

Ia aktif dalam kompetisi nasional dan internasional, organisasi, pengabdian masyarakat, hingga mendirikan kelas bimbingan puisi “Puisi Akademia”. Selain itu, ia juga menjadi kreator konten pendidikan dan membuka kelas bimbingan beasiswa gratis bagi ratusan siswa.

Selama kuliah, Deni telah meraih lebih dari 150 penghargaan, termasuk prestasi internasional seperti:

  • Juara International Korean Poetry Reading Contest (2025)
  • Juara 1 International Literature Festival Poetry Reading Competition, Malaysia (2024)
  • Juara 2 International Malay Language Poetry Declamation Competition (2023)
  • Grand Prize South Korea Global Start-Up Idea Competition (2025)
Baca Juga :  Dendi Kontingen Tebo Raih 2 Medali, Di Ajang O2SN Provinsi Jambi

Menurutnya, tantangan terbesar bukanlah kemampuan, melainkan menjaga konsistensi.

“Kunci untuk sampai di titik ini bukan menjadi yang paling sempurna, tetapi yang paling konsisten untuk tetap melangkah,” ujarnya.