Dari Anak Buruh Tani ke Mahasiswa Berprestasi Utama, Perjalanan Deni Maulana Menembus Batas Keterbatasan

Deni Maulana berpose usai dinobatkan sebagai Juara 1 Mahasiswa Berprestasi tingkat sarjana di Universitas Gadjah Mada tahun 2026. Foto: Dok. ugm.ac.id

Melawan Keraguan dan Perundungan

Perjalanan hidup Deni tidak lepas dari rintangan. Ia pernah mengalami perundungan dan diremehkan karena latar belakang keluarganya. Bahkan, mimpinya untuk kuliah di UGM sempat dianggap terlalu tinggi bagi anak buruh tani.

Namun, ia memilih menjadikan keterbatasan sebagai bahan bakar untuk terus maju.

“Mimpi tidak pernah salah. Yang salah hanya jika kita menyerah sebelum mencobanya,” tegasnya.

Baca Juga :  Berikan Arahan ke Siswa SMA dan SMK Jelang UAS, Wagub Sani: Jangan Sampai Judol Rusak Tatanan Pendidikan

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup kisahnya, Deni berpesan agar generasi muda tidak menjadikan latar belakang sebagai penghalang untuk bermimpi.

“Mimpi tidak pernah membedakan dari mana seseorang berasal. Percayalah bahwa rezeki yang tertakar tidak akan tertukar, dan mimpi yang dijaga dengan sabar akan menemukan jalannya untuk menjadi nyata,” pesannya.

Baca Juga :  Lomba Olimpiade Sains Matematika dan IPA di Muaro Jambi Dibuka

Dengan moto hidup “Man Jadda Wa Jadda”, Deni membuktikan bahwa kesungguhan, konsistensi, dan doa mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Kisahnya menjadi bukti bahwa pendidikan tetap menjadi warisan terbaik untuk mengubah nasib, bahkan bagi mereka yang memulai dari keterbatasan.

Editor: Madi
Sumber: ugm.ac.id