6. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman
Lingkungan belajar memiliki peran penting dalam membantu siswa mempertahankan perhatian. Tempat belajar sebaiknya cukup terang, rapi, tidak terlalu bising, dan memiliki perlengkapan yang dibutuhkan.
Di rumah, orang tua dapat membantu dengan menyediakan waktu belajar yang relatif tenang. Sementara di sekolah, guru dapat menciptakan suasana kelas yang aman, interaktif, dan membuat siswa tidak takut untuk bertanya atau menyampaikan pendapat.
UNESCO menempatkan lingkungan belajar yang inklusif, adil, dan mendukung sebagai bagian penting dari pembelajaran berkualitas.
7. Mengurangi Gangguan Saat Belajar
Telepon seluler, media sosial, permainan, dan berbagai notifikasi dapat menjadi gangguan ketika siswa sedang belajar.
Salah satu langkah sederhana adalah meletakkan ponsel jauh dari meja belajar atau mengaktifkan mode senyap selama sesi belajar. Jika perangkat digital memang diperlukan untuk pembelajaran, siswa dapat menentukan batas waktu penggunaan agar tidak beralih ke aktivitas yang tidak berkaitan dengan pelajaran.
Fokus yang baik tidak berarti belajar tanpa istirahat, tetapi mampu memberikan perhatian penuh selama waktu belajar yang telah ditentukan.
8. Mendorong Siswa Aktif dalam Pembelajaran
Siswa akan lebih mudah terlibat apabila mereka tidak hanya menjadi pendengar. Guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, berdiskusi, melakukan praktik, mempresentasikan hasil pekerjaan, dan memecahkan masalah.
Pembelajaran aktif membuat siswa memiliki peran lebih besar dalam proses pendidikan. Kajian mengenai pembelajaran aktif juga menyoroti keterlibatan siswa sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar.









