SIDAKPOST.ID, BUNGO – Pendakwah Buya Yahya mengingatkan bahwa besarnya penghasilan saat bekerja tidak akan membawa kebahagiaan apabila tidak diiringi dengan hati yang bersih dan gaya hidup yang sederhana.
Dalam kajian bertajuk Gaya Hidup dalam Islam yang tayang di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menegaskan bahwa kebahagiaan bukan diukur dari banyaknya harta yang dimiliki, melainkan dari cara seseorang menerima dan mengelola rezeki dengan penuh syukur serta rendah hati.
Menurutnya, banyak pekerja migran yang berhasil memperoleh gaji besar di luar negeri, seperti di Korea Selatan. Namun, sepulang ke Tanah Air justru terjebak dalam gaya hidup mewah demi menjaga gengsi di hadapan lingkungan sekitar.
“Kalau kerja sudah kerja. Apa yang menjadikan Anda nanti senang? Bukan harta yang melimpah, tapi di saat Anda menerima harta dengan hati yang benar, maka Anda akan bahagia,” ujar Buya Yahya.
Ia mencontohkan, seseorang yang pulang dari luar negeri seharusnya tetap hidup sederhana, tidak perlu memamerkan kekayaan atau merasa lebih tinggi karena pernah bekerja di negara lain.
Buya Yahya mengingatkan bahwa sifat sombong dan keinginan untuk terus mengikuti gaya hidup mewah justru membuat seseorang sulit merasa cukup. Akibatnya, target bekerja di luar negeri yang semula hanya untuk melunasi utang atau memenuhi kebutuhan keluarga berubah menjadi keinginan tanpa batas.
Menurutnya, tidak sedikit pekerja yang akhirnya terus memperpanjang kontrak kerja karena ingin membeli rumah, kendaraan, atau memenuhi standar hidup yang lebih tinggi, padahal kebutuhan pokok sebenarnya sudah tercukupi.
Kondisi tersebut, lanjutnya, sering kali membuat mereka harus berpisah lebih lama dengan pasangan dan anak-anak hanya demi mengejar keinginan yang terus bertambah.
Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya ilmu yang mampu membersihkan hati dari sifat sombong, dengki, dan rakus. Sebab, penyakit hati itulah yang sering membuat seseorang tidak pernah puas dengan rezeki yang telah Allah berikan.
Ia mengaku sangat menghargai perjuangan para pekerja migran Indonesia yang rela meninggalkan keluarga demi mencari nafkah. Namun, perjuangan itu sebaiknya tidak dikalahkan oleh ambisi mengejar kemewahan semata.
Di akhir kajiannya, Buya Yahya mendoakan agar para pekerja Indonesia di luar negeri diberikan kemudahan, sukses dalam pekerjaannya, serta dapat segera berkumpul kembali bersama keluarga.
“Yang sudah menikah, cepat pulang. Istri dan anak-anak menunggu. Hidup sederhana saja, jangan macam-macam. Jangan mentang-mentang hidup di luar negeri lalu harus bergaya ketika pulang ke kampung,” pesannya. (Sum)







