SIDAKPOST.ID, BUNGO – Penceramah kondang Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan umat Islam agar tidak membiarkan hati menjadi keras hingga sulit menerima nasihat dan petunjuk Allah SWT. Menurutnya, kondisi tersebut bahkan lebih buruk dibandingkan kaum jahiliah pada masa sebelum datangnya Islam.
Dalam tausiahnya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa orang-orang jahiliah yang dikenal dengan keburukan akhlaknya justru masih memiliki hati yang mudah tersentuh ketika mendengar ayat-ayat suci Al-Qur’an. Hanya dengan mendengar beberapa huruf dari Al-Qur’an, mereka mampu sadar, bertobat, dan kembali ke jalan Allah.
“Sejahiliah-jahiliahnya orang jahiliah, dengar dua huruf dari Al-Qur’an bisa tobat. Artinya kalau ada orang sekarang yang mengklaim tidak seperti jahiliah, tetapi diperdengarkan huruf-huruf Al-Qur’an belum juga tersentuh, berarti ada sekat dalam jiwanya yang melebihi keburukan orang jahiliah di masa lalu,” ujar Ustaz Adi Hidayat dalam tausiahnya.
UAH menegaskan, Al-Qur’an merupakan petunjuk yang memiliki kekuatan luar biasa dalam melunakkan hati. Namun, apabila seseorang tetap tidak tersentuh meski berulang kali mendengar ayat-ayat Allah, maka hal itu menjadi tanda bahwa hatinya telah mengeras.
“Bacakan Surah Yasin belum tersentuh, Al-Kahfi belum tersentuh, Al-Baqarah belum tersentuh. Dengan cara apa lagi mesti dilunakkan hatinya?” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan introspeksi setiap muslim. Sebab, hati yang tertutup dari cahaya Al-Qur’an dapat menjauhkan seseorang dari hidayah dan kesadaran untuk memperbaiki diri.
Dalam penutup tausiahnya, Ustaz Adi Hidayat mengajak umat Islam untuk kembali mengingat kematian sebagai pengingat bahwa setiap manusia akan kembali menghadap Allah SWT.
“Apakah belum tiba saatnya semua mengingat kematian, bahwa pada akhirnya kita akan kembali kepada Allah?” tutupnya.








