TMMD Mulai Tanam Jagung, Lahan Tidur Disulap Jadi Sumber Ketahanan Pangan Warga

Personel Satgas TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo bersama warga mengoperasikan alat penanam jagung (corn seeder) saat memulai penanaman di lahan ketahanan pangan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Muko Muko Bathin VII. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Program ketahanan pangan yang menjadi salah satu sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo mulai memasuki tahap pemanfaatan.

Setelah lahan rampung dipersiapkan, personel Satgas TMMD bersama warga menanam jagung di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Muko Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Kamis (6/8/2026).

Penanaman dilakukan secara gotong royong di lahan yang sebelumnya telah dibersihkan dan diolah. Benih jagung ditanam secara teratur sebagai langkah awal membangun sumber pangan yang diharapkan mampu memberi hasil berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Baca Juga :  Kodim 0416 Bute Gelar Sholat Ghaib dan Salurkan Bantuan Bencana Alam

Bagi warga, program ini bukan sekadar kegiatan bercocok tanam. Lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini menjadi aset produktif yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat di masa mendatang.

Komandan Satgas TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0416/Bungo Tebo, Letkol Inf Yudi Susilo Yudhanto,, mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu sasaran penting dalam pelaksanaan TMMD karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Melalui penanaman jagung ini, kami berharap lahan yang telah disiapkan mampu memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan,” katanya.

Baca Juga :  Dansatgas TMMD, Tinjau Langsung Pembukaan Jalan di Sungai Binjai

Semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi modal utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dari desa. Penanaman jagung tersebut menandai dimulainya pemanfaatan lahan ketahanan pangan TMMD di Desa Tanjung Agung.

“Selain menargetkan hasil panen, program ini diharapkan memperkuat kemandirian pangan desa sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan melalui TMMD tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi juga menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (Sri)