SIDAKPOST.ID, BUNGO – Memiliki penghasilan yang cukup belum tentu membuat kondisi keuangan seseorang aman. Tidak sedikit orang yang merasa gajinya selalu habis setiap bulan, bahkan sebelum kebutuhan utama terpenuhi. Masalahnya terkadang bukan semata-mata pada jumlah pendapatan, melainkan pada kebiasaan dalam mengelola dan menggunakan uang.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan bahwa kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun melalui kebiasaan yang baik. Masyarakat juga perlu mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta mengambil keputusan keuangan sesuai kemampuan.
Lantas, kebiasaan apa saja yang bisa membuat kondisi keuangan semakin berantakan?
1. Sering Membeli Barang karena Keinginan
Salah satu penyebab keuangan cepat terkuras adalah kebiasaan membeli sesuatu hanya karena tertarik, bukan karena benar-benar membutuhkannya.
Promo, diskon, gratis ongkir, hingga tren di media sosial dapat membuat seseorang merasa harus segera membeli. Jika dilakukan berulang kali, pengeluaran kecil tersebut bisa berubah menjadi beban besar dalam sebulan.
Sebelum membeli, biasakan bertanya: apakah barang ini benar-benar dibutuhkan atau hanya diinginkan?
2. Tidak Membuat Anggaran Bulanan
Mengelola uang tanpa anggaran ibarat bepergian tanpa mengetahui arah. Seseorang mungkin memiliki penghasilan cukup, tetapi tidak tahu ke mana uang tersebut pergi.
Anggaran membantu membagi pendapatan untuk kebutuhan pokok, tabungan, dana darurat, cicilan, investasi, dan hiburan. OJK juga memberikan contoh perencanaan keuangan dengan membagi penghasilan ke dalam sejumlah pos agar pengeluaran lebih terarah.









