4. Hindari Membandingkan Anak dengan Orang Lain
Setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Membandingkan anak dengan saudara, teman sekelas, atau anak lain justru dapat menurunkan rasa percaya diri.
Lebih baik orang tua membantu anak melihat perkembangan dirinya sendiri. Fokus pada kemajuan yang telah dicapai dapat membuat anak lebih termotivasi untuk berkembang.
5. Gunakan Metode Belajar yang Menyenangkan
Belajar tidak selalu harus dilakukan dengan membaca buku dan mengerjakan soal. Orang tua dan guru dapat menggunakan permainan edukatif, kuis, gambar, video pembelajaran, praktik sederhana, atau diskusi.
Metode yang bervariasi dapat membuat pembelajaran terasa lebih menarik. Pemanfaatan teknologi dan sumber belajar digital juga dapat menjadi salah satu pilihan jika digunakan secara tepat.
6. Dampingi Anak Saat Belajar
Pendampingan bukan berarti orang tua harus mengerjakan tugas anak. Peran orang tua lebih penting sebagai teman belajar yang memberikan arahan ketika anak mengalami kesulitan.
Sesekali tanyakan apa yang sedang dipelajari dan bagian mana yang belum dipahami. Perhatian sederhana tersebut dapat membuat anak merasa bahwa proses belajarnya mendapatkan dukungan.
7. Tetapkan Target Belajar yang Realistis
Target yang terlalu tinggi dapat membuat anak merasa terbebani. Sebaliknya, target sederhana yang dapat dicapai akan memberikan pengalaman keberhasilan.
Misalnya, anak dapat ditargetkan membaca beberapa halaman buku, menyelesaikan sejumlah soal, atau memahami satu materi tertentu dalam sehari.
Setelah target tercapai, berikan apresiasi sehingga anak memiliki pengalaman positif dalam belajar.









