Pertimbangkan Daya Beli Konsumen
Harga juga harus disesuaikan dengan target pasar. Produk yang menyasar pelajar tentu memiliki karakter konsumen berbeda dengan produk yang ditujukan untuk kalangan profesional atau pelanggan premium.
Pelaku usaha perlu memahami berapa harga yang dianggap wajar oleh konsumennya dan seberapa besar manfaat yang mereka rasakan dari produk tersebut.
Dengan memahami pelanggan, bisnis tidak hanya bersaing berdasarkan harga murah, tetapi dapat menawarkan nilai yang membuat konsumen bersedia membayar sesuai harga yang ditetapkan.
Jangan Hanya Mengandalkan Markup
Salah satu cara sederhana menentukan harga adalah menggunakan metode cost-plus, yakni menghitung biaya kemudian menambahkan persentase keuntungan tertentu.
Metode tersebut mudah diterapkan, tetapi memiliki keterbatasan karena belum tentu memperhitungkan nilai produk di mata konsumen atau kondisi persaingan pasar.
SCORE menyebutkan bahwa strategi harga dapat menggunakan beberapa pendekatan, termasuk cost-plus pricing, competitive pricing, tiered pricing dan pricing berbasis proyek untuk jenis usaha tertentu.
Tentukan Nilai yang Ditawarkan
Jika sebuah produk memiliki kualitas lebih baik, pelayanan lebih cepat, kemasan lebih menarik, garansi, kemudahan pembelian atau keunggulan lainnya, hal tersebut dapat menjadi bagian dari nilai yang ditawarkan.
Dengan demikian, bisnis tidak harus selalu menjadi yang termurah untuk memenangkan persaingan.
Produk dengan harga lebih tinggi masih dapat diterima konsumen apabila mereka memahami alasan di balik harga tersebut dan merasakan manfaat yang sepadan.









