- Area kasir.
- Gudang sparepart.
- Area servis.
- Pintu keluar masuk.
Rekaman dapat menjadi bukti apabila terjadi selisih stok maupun kehilangan uang.
5. Selalu Cocokkan Stok Sparepart
Lakukan stok opname secara rutin, misalnya setiap minggu atau setiap akhir bulan.
Periksa:
- Oli.
- Kampas rem.
- Busi.
- Ban.
- Bearing.
- Sparepart yang paling sering digunakan.
Jika stok tidak sesuai dengan laporan penjualan, segera lakukan evaluasi.
6. Semua Servis Harus Menggunakan Nota
Jangan izinkan mekanik menerima pembayaran langsung dari pelanggan.
Semua pembayaran wajib melalui kasir dan pelanggan mendapatkan nota resmi.
Cara ini mampu mencegah praktik “servis gelap” yang tidak tercatat.
7. Transparan kepada Pelanggan
Biasakan menunjukkan sparepart lama kepada pelanggan setelah diganti.
Selain meningkatkan kepercayaan pelanggan, cara ini juga mencegah oknum montir mengganti komponen yang sebenarnya masih layak pakai atau menggunakan sparepart yang tidak sesuai.
8. Lakukan Audit Mendadak
Sesekali lakukan pemeriksaan tanpa pemberitahuan, seperti:
- Menghitung kas.
- Mengecek stok.
- Memeriksa nota servis.
- Membandingkan CCTV dengan transaksi.
Audit mendadak membuat karyawan lebih disiplin karena mereka tidak tahu kapan pemeriksaan dilakukan.
9. Berikan Gaji dan Bonus yang Layak
Tidak semua kecurangan disebabkan oleh niat buruk. Sebagian muncul karena karyawan merasa tidak dihargai.
Berikan:
- Gaji yang kompetitif.
- Bonus berdasarkan target.
- Insentif pelayanan terbaik.
- Penghargaan bagi karyawan yang jujur.
Karyawan yang merasa dihargai cenderung lebih loyal terhadap usaha.









