Bisnis  

Social Commerce Makin Dominan: Strategi Bisnis Menjangkau Konsumen di Era Digital

Ilustrasi aktivitas social commerce yang memadukan live shopping, media sosial, interaksi konsumen, dan penjualan produk secara digital. Foto: Madi/ AI

SIDAKPSOT.ID, BUNGO – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara konsumen mencari informasi, berinteraksi dengan merek, hingga melakukan pembelian. Jika sebelumnya media sosial lebih banyak digunakan untuk membangun komunikasi dan popularitas merek, kini platform tersebut semakin terintegrasi dengan aktivitas perdagangan.

Fenomena ini dikenal sebagai social commerce, yaitu aktivitas jual beli yang memanfaatkan ekosistem media sosial untuk mempertemukan bisnis dengan konsumen. Konten, interaksi, rekomendasi kreator, siaran langsung, hingga proses pembelian dapat menjadi bagian dari perjalanan konsumen.

Di Indonesia, perkembangan social commerce semakin erat kaitannya dengan video commerce. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, volume transaksi video commerce di Indonesia meningkat 90% secara tahunan hingga mencapai 2,6 miliar transaksi. Jumlah penjual dan toko daring yang menggunakan video commerce juga meningkat 75% menjadi sekitar 800 ribu.

Baca Juga :  Daftar Harga Emas Perhiasan Pada Bulan Agustus 2022

Data tersebut menunjukkan bahwa media sosial bukan lagi sekadar tempat membangun awareness. Bagi pelaku usaha, media sosial telah berkembang menjadi salah satu kanal penting untuk menemukan calon pelanggan dan mendorong transaksi.

Apa Itu Social Commerce?

Social commerce adalah model perdagangan yang menggabungkan aktivitas media sosial dan e-commerce. Konsumen dapat menemukan produk melalui konten, membaca komentar atau ulasan, melihat demonstrasi produk, berinteraksi dengan penjual atau kreator, kemudian melanjutkan ke proses pembelian.

Baca Juga :  Strategi Bisnis Digital 2025: Cara UMKM Bertahan di Era Persaingan Global

Model ini berbeda dari pemasaran digital konvensional. Dalam pemasaran tradisional, konsumen biasanya melihat iklan kemudian berpindah ke mesin pencari atau toko online untuk mencari informasi lebih lanjut.

Dalam social commerce, proses tersebut dapat berlangsung lebih singkat. Sebuah video menarik dapat membuat seseorang mengetahui produk, tertarik, melihat penggunaannya, mendapatkan rekomendasi, dan akhirnya membeli.

Inilah yang membuat social commerce menarik bagi bisnis dari berbagai skala, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.