“Kami berharap hubungan antara Polda Jambi dengan seluruh insan pers dapat terus terjalin dalam semangat kemitraan yang sehat, profesional, konstruktif, dan saling menghormati,” ujarnya.
Ia juga menyatakan Polda Jambi membuka ruang komunikasi dan keterbukaan informasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kritik, masukan maupun koreksi dari media merupakan bagian penting bagi kami untuk melakukan evaluasi dan perbaikan dalam pelaksanaan tugas,” kata Krisno.
Kepada peserta UKW, ia berpesan agar kompetensi yang diperoleh tidak berhenti pada sertifikat. Pengetahuan dan keterampilan yang diuji, kata dia, perlu diterapkan dalam pekerjaan jurnalistik sehari-hari.
“Jadikan UKW ini sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan, meningkatkan pengetahuan, sekaligus memperkuat komitmen untuk menjadi wartawan yang kompeten, profesional, independen, berintegritas dan bertanggung jawab,” ujarnya. (Abs)









