Kesiapan Satuan Pendidikan dan Siswa
Sebenarnya kurikulum yang ada sebelumnya sudah cukup baik, namun akibat adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan satuan pendidikan di Indonesia tertinggal dalam memberikan pembelajaran hingga 6 bulan, maka kurikulum merdeka menjadi salah satu opsi yang paling rasional untuk mengejar ketertinggalan tersebut.
Baca Juga : Mantap, IAI Tebo Sediakan Beasiswa Untuk SAD yang Ingin Kuliah
Kurikulum merdeka menjadi tawaran yang baik bagi satuan pendidikan dalam menyelami perubahan zaman termasuk digitalisasi pendidikan. Sehingga yang perlu dilakukan adalah mengecek kesiapan satuan pendidikan dalam melaksanakan kurikulum ini nantinya, tidak hanya satuan pendidikan, orang tua, infrastuktur sekolah hingga para siswa juga harus disiapkan untuk ini. Perlu ada sinergitas dari berbagai pihak dalam menyukseskan pelaksanaan kurikulum merdeka.
Materi dan Isu Terkini dalam Pembelajaran
Lebih dua tahun secara global pandemi Covid-19 berdampak termasuk Indonesia, Kondisi ini tidak hanya berdampak pada dunia kesehatan, sosial, dan ekonomi, tapi juga pendidikan. Selama pandemi, pendidikan lebih banyak menerapkan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ).
Walaupun pemerintah telah melakukan berbagai upaya salah satu diantaranya memberikan paket data kepada siswa dan guru, akan tetapi masih banyak studi dari berbagai lembaga Internasional mengatakan telah terjadi Krisis Pembelajaran (Learning Loss) akibat pelaksanaan PJJ yang masih banyak kendala dan hambatan ini.
Harus diakui bahwa opsi Pembelajaran Tatap Muka di kelas masih menjadi pilihan yang paling efektif. Hal ini dikarenakan masih terjadi ketimpangan dalam hal kesiapan satuan pendidikan, infrastruktur hingga kurikulum darurat. Untuk itu kita harus banyak belajar dari keadaan Pandemi Covid-19 yang telah terjadi lebih dari dua tahun ini. Disinilah diperlukan kreativitas dalam memberikan materi dan isu-isu terkini dalam pembelajaran bagi siswa.
Baca Juga : PMI Tebo Susun Kurikulum PMR Untuk Pedoman Program Kerja






