PMI Tebo Susun Kurikulum PMR Untuk Pedoman Program Kerja

Dibaca: 219 kali
PMI Tebo poto bersama usai menyusun kurikilum PMR, di Grand Ratu Hotel Wirotho Agung Rimbo Bujang/Foto : sidakpost.id (jul)

SIDAKPOST.ID, TEBO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tebo berhasil melaksanakan penyusunan kurikulum Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SMA dan SMP Sederajat.

Kegiatan diikuti oleh 25 peserta, bertempat di Grand Ratu Hotel Jalan Pahlawan Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, Minggu (20/2/2022).

Dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari komposisi Pengurus PMI, Staf Markas, Pembina PMR SMA maupun SMP Sederajat, Perwakilan Pondok Pesantren, Pelatih PMR, dan Korps Sukarela (KSR).

Kegiatan yang dibuka oleh Ketua PMI Kabupaten Tebo Syamsu Rizal, yang diwali Ketua Bidang SDM dan Relawan Isman Hidayat, dalam sambutannya menekankan bahwa materi PMR harus setara dan disesuaikan dengan kemampuan personil yang ada.

“Kurikulum PMR kita susun agar adanya kesamaan materi, apa yang harus diajarkan dikelas 1, 2 dan 3 pada tingkat SMP dan SMA Sederajat, tentunya disesuaikan dengan Kalender Pendidikan dan Buku Pedoman PMI. Namun tentunya fleksibel disesuaikan dengan kemampuan kita, itulah kenapa setiap perwakilan kita libatkan aktif dalam penyusunan ini,”ujar Ketua Bidang SDM, Isman Hidayat.

Perwakilan dari Pondok Pesantren maupun dari sekolah umum menginginkan agar kurikulum PMR ada dua versi namun tidak mengurangi bobot materi.

“Sekolah umum maupun pondok pesantren memiliki jadwal padat pada bulan tertentu, misalnya di sekolah umum awal Juli kegiatan extrakulikuler belum dapat berjalan, sementara di ponpes kadang jadwal padat pada bulan Oktober. Sehingga perlu adanya 2 versi dengan bobot yang sama, tutur Adroi selaku Pembina PMR SMAN 5 Tebo

Kepala Markas PMI Kabupaten Tebo bersama Ketua Pengurus Bidang SDM dan Relawan akan menampung setiap saran dan hasil penyusunan Kurikulum akan disusun kembali sebelum tahun Ajaran 2022/2023 dibuka.

“Terima kasih atas saran dan sumbangsih pemikirannya, inilah kenapa kita perlu duduk bersama seperti apa yang tertuang pada Buku Manajemen PMR, sembari menunggu Kaldik terbaru, kita akan susun kembali sesuai dengan pertemuan kita pada hari ini, “pungkas Slamet. (asa)

ADVERTISEMENT