Karena itu, keberhasilan SNT memerlukan kolaborasi yang lebih luas. Pemerintah pusat tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah daerah harus memastikan pemerataan distribusi guru, perguruan tinggi perlu aktif melakukan pendampingan akademik, dunia usaha dapat memperkuat pembelajaran vokasi dan teknologi, sementara masyarakat harus membangun budaya belajar yang kuat. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Semakin kuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, semakin besar peluang keberhasilan program ini.
Pendidikan yang Adil Tidak Mengenal Koordinat
Pada akhirnya, persoalan terbesar pendidikan Indonesia bukanlah kurangnya anak yang ingin belajar. Yang menjadi persoalan adalah belum semua anak memperoleh kesempatan belajar dengan kualitas yang sama. Selama mutu pendidikan masih dipengaruhi oleh letak geografis, selama itu pula cita-cita keadilan sosial dalam pendidikan belum sepenuhnya terwujud. Padahal, pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan, memperluas mobilitas sosial, dan membangun daya saing bangsa.
Ekonom Gary S. Becker menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi modal manusia yang menghasilkan manfaat ekonomi dalam jangka panjang. Sementara itu, Eric A. Hanushek dan Ludger Woessmann menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran jauh lebih menentukan kemajuan suatu negara dibandingkan lamanya seseorang bersekolah. Artinya, bangsa yang ingin menjadi negara maju tidak cukup hanya memastikan anak-anak hadir di ruang kelas, tetapi juga harus memastikan bahwa mereka memperoleh pembelajaran yang benar-benar bermakna.
Dalam perspektif yang lebih luas, Program Sekolah Nasional Terintegrasi dapat menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045 apabila dijalankan secara konsisten. Program ini melengkapi kebijakan lain seperti Sekolah Rakyat yang memperluas akses bagi kelompok rentan dan Sekolah Garuda yang dipersiapkan untuk melahirkan talenta unggul berdaya saing global. Ketiga program tersebut menunjukkan bahwa pemerintah mulai membangun ekosistem pendidikan yang lebih komprehensif: memperluas akses, meningkatkan mutu, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul.








