Opini  

Ketika Geografi Menentukan Masa Depan Anak Indonesia

Pendidikan adalah jalan paling adil untuk mengubah nasib seseorang. Namun, jalan itu menjadi timpang ketika kualitasnya masih ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan.

Anak-anak belajar di sekolah sederhana di daerah terpencil, mencerminkan tantangan pemerataan mutu pendidikan di Indonesia. Foto: Akrom

Ekonom peraih Nobel Gary S. Becker menyebut pendidikan sebagai bentuk investasi modal manusia (human capital) yang memberikan keuntungan jangka panjang bagi suatu bangsa. Investasi pada kualitas manusia akan kembali dalam bentuk produktivitas, inovasi, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pandangan tersebut semakin relevan ketika dunia memasuki era ekonomi berbasis pengetahuan. Negara yang mampu membangun kualitas sumber daya manusianya akan memiliki daya saing yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara yang hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam.

Baca Juga :  Opini Musri Nauli SH : Keteguhan di Dalam Memilih

Pengalaman sejumlah negara memberikan pelajaran yang sangat berharga. Vietnam, misalnya, berhasil mencatatkan hasil PISA yang melampaui banyak negara berkembang melalui peningkatan kualitas guru, penguatan kepemimpinan sekolah, serta konsistensi kebijakan pendidikan. Finlandia bahkan berhasil memperkecil kesenjangan mutu antar sekolah dengan memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang relatif setara tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya. Kedua negara tersebut menunjukkan bahwa pemerataan mutu pendidikan bukanlah sesuatu yang mustahil dicapai apabila pemerintah konsisten menjadikan kualitas pembelajaran sebagai prioritas utama.

Indonesia tentu tidak dapat menyalin begitu saja model pendidikan negara lain. Kondisi geografis, jumlah penduduk, keberagaman budaya, dan tantangan sosial Indonesia jauh lebih kompleks. Namun, satu pelajaran penting dapat diambil, yaitu bahwa pemerataan mutu pendidikan tidak pernah lahir hanya dari pembangunan fisik. Ia lahir dari keberanian menempatkan kualitas pembelajaran sebagai pusat seluruh kebijakan pendidikan.