Kabut Asap Selimuti Anambas, Dua Dai 3T Tetap Jalankan Tugas Dakwah

ingkunga Pesantren Assuniyah Sepuluh Pulau Jemaja, Kepri diselimuti kabut asap karhutla. Foto: Dok. nu.or.id

SIDAKPOST.ID, TAREMPA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan mulai dirasakan hingga Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur.

Dilansir dari NU Online, Rabu (16/9/2026), kondisi kabut asap tersebut juga dirasakan dua dai yang tengah menjalankan penugasan melalui program Dai Penggerak 3T di wilayah tersebut.

Pengasuh Pesantren Assuniyah Sepuluh Pulau Jemaja, Kepulauan Riau, Akhmad Royyan Afandi mengatakan, posisi Kepulauan Anambas yang tidak jauh dari Kalimantan membuat wilayah tersebut turut terdampak asap yang terbawa angin.

“Kebetulan lokasi kita tidak jauh dari Kalimantan, angin (asap dari Karhutla) bertiup ke arah sini,” kata Afandi kepada NU Online, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga :  Kabut Asap Mulai Selimuti Bungo, BPBD Imbau Warga Waspada

Menurut Afandi, kabut asap mulai mengganggu aktivitas pendidikan. Sejak Senin (14/9/2026), Kepala Dinas Pendidikan mengimbau sekolah-sekolah di wilayah tersebut untuk diliburkan karena kabut asap mulai menebal.

Kondisi itu juga membuat santri dan dewan asatidz harus menggunakan masker selama beraktivitas.

“Di sekolah asapnya betul-betul ngepul, terasa seperti orang yang sedang bakar sampah,” ujarnya.

Selain mengganggu kegiatan belajar mengajar, kabut asap juga menyebabkan jarak pandang warga menjadi terbatas. Afandi menyebut asap sebenarnya telah terlihat sejak sekitar 10 hari sebelumnya, tetapi intensitasnya semakin terasa dalam beberapa waktu terakhir.

“Asap sudah 10 hari yang lalu tapi betul-betul terasa tadi malam sampai pagi (Ahad) ini sampai sekarang. Jarak pandang terbatas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi

Afandi mengatakan karhutla di Kalimantan memang beberapa kali terjadi. Namun, asap dari kebakaran tersebut baru kali ini dirasakan hingga wilayah Kepulauan Anambas.

“Iya baru kali ini, biasanya enggak,” tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan sebelumnya mencatat kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera berdampak terhadap 12,5 juta jiwa. Kondisi tersebut juga membawa dampak terhadap kesehatan dan lingkungan masyarakat.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan wilayah terdampak meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

“Yang terdampak terdapat di Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan,” ujar Widyawati dalam siaran persnya. (sum)