Hendak Mencuri Hewan Ternak Bawa Senpi Rakitan dan Sajam, Warga Sitiung Ditangkap Polisi

PENCURIAN: Terlihat Diduga Pelaku Pencurian Hewan Ternak di Wilayah Dusun Talang Silungko Tak Berkutik Setelah Ditangkap Unit Reskrim Polsek Bathin II Pelayang. Foto : Humas Polres

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Unit Reskrim Polsek Bathin II Pelayang berhasil menangkap seorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku kepemilikan senjata api dan senjata tajam pada Kamis (24/7) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Pelaku berinisial Suprianton (55) warga Sitiung 4, Kecamatan Sei Rumbai, Kabupaten Dharmasraya yang berprofesi sebagai sopir, diamankan di Desa Talang Silungko, Kecamatan Bathin II Pelayang, Kabupaten Bungo, Jambi.

Penangkapan ini berawal dari informasi warga tentang adanya mobil Kijang Innova BA 274 QW yang dikendarai oleh pelaku ini dicurigai akan melakukan pencurian ternak di Jalan PT KIM, Dusun Talang Silungko.

Baca Juga :  Nah! Mobil Dinas Provinsi Jambi Terjaring Operasi Patuh

Berdasarkan informasi tersebut, anggota Polsek Bathin II Pelayang melakukan patroli dan penyelidikan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bukti yang cukup untuk menangkap pelaku.

Kapolsek Bathin II Pelayang, IPTU. R.F Ritonga menyatakan bahwa penangkapan ini merupakan hasil dari kerja keras dan kesigapan anggota Polsek menanggapi laporan masyarakat.

Hasil penggeledahan terhadap pelaku ini ditemukan beberapa barang bukti seperti dua pucuk senjata api rakitan dan amunisi, serta senjata tajam dimana semua ini akan digunakan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya dalam pencurian hewan ternak di wilayah Bungo.

Baca Juga :  Warga Terdampak Banjir di Bungo Dapat Pemeriksaan Kesehatan

“Pelaku diduga melanggar Pasal 1 Ayat (1) dan Pasal 2 Ayat (1) UU No 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Senjata Tajam. Saat ini, pelaku telah diamankan untuk proses lebih lanjut,” ujar Kapolsek, Minggu (27/07/2025).

Dikatakan, pelaku mengakui kalau dirinya bersama temannya Arifin yang melahirkan diri tersebut, akan melakukan pencurian hewan ternak. Karena sebelumnya mereka mengakui telah melakukan aksi serupa di wilayah yang berbeda.