6. Jangan Menambah Utang untuk Gaya Hidup
Saat pengeluaran meningkat, menggunakan utang untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dapat membuat kondisi keuangan semakin berat.
Sebelum mengambil cicilan baru, pertimbangkan kemampuan membayar setiap bulan. Utamakan kewajiban yang memang penting dan hindari menambah beban utang hanya untuk memenuhi keinginan.
OJK menekankan pentingnya memprioritaskan kewajiban seperti pembayaran utang dan kebutuhan pendidikan sebelum pengeluaran lainnya.
7. Libatkan Seluruh Anggota Keluarga
Mengatur keuangan keluarga bukan hanya tanggung jawab satu orang. Komunikasi antara pasangan dan anggota keluarga dapat membantu menentukan prioritas pengeluaran.
Anak-anak juga bisa mulai diajarkan kebiasaan sederhana seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menabung serta tidak membeli sesuatu secara impulsif.
Dengan komunikasi yang baik, target keuangan keluarga menjadi lebih mudah dicapai. OJK juga memasukkan komunikasi dengan pasangan atau anggota keluarga sebagai salah satu hal penting dalam penerapan anggaran keluarga.
Jangan Menunggu Keuangan Bermasalah
Kenaikan harga tidak selalu dapat dikendalikan oleh keluarga. Namun, cara mengelola pendapatan dan pengeluaran masih berada dalam kendali masing-masing.
Membuat anggaran, menentukan prioritas, mengurangi pengeluaran yang tidak penting, menyiapkan dana darurat dan menghindari utang konsumtif dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga keuangan tetap sehat.
Perencanaan keuangan pada akhirnya bukan sekadar soal menghemat uang, tetapi memastikan pendapatan yang dimiliki dapat digunakan untuk kebutuhan hari ini sekaligus mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang. OJK menyebut perencanaan keuangan diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian dan berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi keuangan keluarga.
Sumber:









