Bang Jeck

Cara Membedakan Perkataan Hati dan Bisikan Setan, Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Tangkapan layar video ceramah Abdul Somad di channel YouTube DISTRICT TV berjudul “Cara Membedakan Perkataan Hati dan Bisikan Setan”. Foto: Madi

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Ceramah bertajuk “Cara Membedakan Perkataan Hati dan Bisikan Setan” yang tayang di kanal YouTube DISTRICT TV kembali menjadi perhatian publik. Dalam kajian tersebut, Abdul Somad menjelaskan secara rinci bagaimana umat Muslim dapat mengenali lintasan hati dan membedakannya dari godaan setan.

Dalam penjelasannya, Ustadz Abdul Somad menyebut bahwa dalam diri manusia terdapat beberapa jenis bisikan, di antaranya lintasan hati (khatarah), bisikan malaikat (ilham), serta bisikan setan (was-was). Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami perbedaan ketiganya agar tidak terjerumus dalam kesesatan.

Ia mengibaratkan cara kerja setan seperti api kecil di tengah ilalang kering. Menurutnya, setan tidak menciptakan api tersebut, melainkan hanya memperbesar percikan kecil yang sudah ada dalam hati manusia.

Baca Juga :  Mengapa Milih Pesantren untuk Anak Kita, Ini Ulasan Ustadz Abdul Somad

“Setan tidak bisa memunculkan api, tapi ketika ada percikan kecil, dia hanya mengipas agar membesar,” jelasnya dalam kajian tersebut.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa lintasan hati yang berupa keinginan atau niat buruk kecil bisa berkembang menjadi perbuatan dosa apabila dibiarkan. Di sinilah peran setan untuk memperkuat dan memperbesar dorongan tersebut hingga manusia terjerumus dalam kesalahan.

Sebaliknya, jika lintasan tersebut segera dilawan dengan mengingat Allah SWT, seperti membaca istighfar dan berdzikir, maka bisikan setan dapat dipadamkan. Ia mengibaratkan istighfar sebagai air yang mampu memadamkan api kecil sebelum membesar.

Baca Juga :  Cara Berdakwah di Media Sosial yang Bijak: Menyebarkan Kebaikan dengan Etika

Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan bahwa setan akan terus menggoda manusia dari berbagai arah sepanjang hidup. Karena itu, menjaga hati dan memperkuat keimanan menjadi kunci utama agar tidak mudah terpengaruh oleh bisikan negatif.

Melalui penjelasan ini, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap setiap lintasan dalam hati serta mampu membedakan mana dorongan kebaikan dan mana yang merupakan godaan setan, sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan terarah. (Sum)