SIDAKPOST.ID, BUNGO – Di tengah sunyi malam, ketika sebagian besar warga terlelap, para pejuang kemerdekaan kembali dikenang.
Apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Satria Negara, Minggu (16/8) dini hari, menjadi momentum untuk menundukkan kepala sekaligus mengingat pengorbanan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia.

. Foto : Sari
Usai mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Bungo Dedy Putra berharap semangat perjuangan para pahlawan tidak berhenti di pusara.
Ia ingin darah perjuangan yang telah ditumpahkan para pendahulu terus mengalir, menjadi semangat bagi generasi penerus bangsa dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan.
Menurut Dedy, rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak seharusnya dilewati sekadar sebagai agenda tahunan.
Di balik upacara dan perayaan, terdapat sejarah panjang tentang perjuangan, air mata, bahkan nyawa yang dikorbankan untuk membawa Indonesia keluar dari belenggu penjajahan.
“Jangan sampai rangkaian HUT RI ini terlewati begitu saja. Ini saatnya kita mengenang seluruh pengorbanan para pahlawan ketika melawan penjajah. Ingat, bangsa ini tidak hadir tiba-tiba, melainkan melalui perjuangan, air mata dan darah pengorbanan,” ujar Dedy.
Bagi Dedy, mengenang jasa pahlawan bukan hanya dengan mengucapkan nama atau mengikuti upacara.
Lebih dari itu, penghormatan terbaik adalah menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap tanah air serta menjaga persatuan yang telah diperjuangkan dengan susah payah oleh para pendahulu bangsa.









