Semakin Besar Rasa Memiliki, Semakin Besar Pula Rasa Pelit, Ini Tausiyah Ustadz Abdul Somad

Tangkapan Layar Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan tausiyah tentang pentingnya mengurangi rasa memiliki yang berlebihan terhadap harta agar terhindar dari sifat pelit. Foto: Madi

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Pendakwah kondang Indonesia, Abdul Somad, mengingatkan umat Islam agar tidak terlalu mencintai harta benda dan kehidupan dunia secara berlebihan. Sebab, menurutnya, rasa memiliki yang terlalu besar terhadap sesuatu dapat menumbuhkan sifat pelit dalam diri seseorang.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah tausiyah yang diunggah melalui kanal resmi Ustadz Abdul Somad Official dan kembali menjadi perhatian jamaah karena sarat dengan pesan tentang pentingnya keikhlasan dan kepedulian sosial.

Berdasarkan pantauan sidakpost.id dalam ceramahnya, UAS menjelaskan bahwa pada hakikatnya seluruh harta yang dimiliki manusia adalah titipan Allah SWT. Namun, banyak orang yang menganggap harta tersebut sepenuhnya miliknya sehingga enggan berbagi dengan sesama.

Baca Juga :  Apapun Profesi Kita, Hendaknya Sesuai dengan Tuntunan Agama Islam

“Semakin besar rasa memiliki, semakin besar rasa pelit,” kata UAS dalam tausiyahnya.

Menurut UAS, ketika seseorang menyadari bahwa segala sesuatu berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya, maka ia akan lebih mudah mengeluarkan sedekah, zakat maupun infak untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa harta bukanlah tujuan hidup, melainkan sarana untuk beribadah dan berbuat kebaikan. Karena itu, umat Islam diajak untuk tidak menjadikan harta sebagai sesuatu yang paling dicintai hingga melupakan kewajiban kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.

Baca Juga :  Membangun Keluarga Sakinah, UAS Tekankan Pentingnya Iman, Akhlak dan Saling Menghormati

UAS juga mengingatkan bahwa sifat kikir dapat menjadi penghalang datangnya keberkahan dalam kehidupan. Sebaliknya, orang yang gemar berbagi akan memperoleh pahala dan keberkahan yang lebih besar dari Allah SWT.

“Kalau kita sadar semuanya milik Allah, maka tidak berat untuk berbagi,” ujarnya.

Di akhir tausiyahnya, UAS mengajak umat Islam untuk terus melatih keikhlasan dalam bersedekah serta memperkuat rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Dengan demikian, harta yang dimiliki tidak hanya bermanfaat di dunia, tetapi juga menjadi bekal untuk kehidupan akhirat. (Sum)