Ustadz Hanan Attaki: Kehidupan Hanya Dua Hari, Saat Lapang Jangan Sombong dan Saat Sulit Bersabarlah

Ilustrasi seseorang menghadapi dua fase kehidupan sebagai pengingat bahwa kebahagiaan dan kesulitan sama-sama merupakan ujian dari Allah SWT. Foto: AI

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Pendakwah muda Hanan Attaki kembali membagikan pesan penuh makna tentang cara menyikapi dinamika kehidupan. Melalui saluran dakwahnya, ia mengingatkan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginan manusia.

Menurut Ustadz Hanan Attaki, kehidupan pada hakikatnya hanya terdiri dari dua keadaan, yakni saat segala sesuatu terasa berpihak dan saat berbagai ujian datang silih berganti.

“Kehidupan itu cuma dua hari. Satu hari berpihak kepadamu dan satu hari melawanmu. Maka pada saat ia berpihak kepadamu, jangan bangga dan gegabah; dan pada saat ia melawanmu bersabarlah. Karena keduanya adalah ujian bagimu,” ujar Hanan Attaki dalam pesan dakwahnya.

Baca Juga :  Jangan Ungkit Sedekah, UAS: Bisa Menghapus Pahala Amal Kebaikan

Pesan tersebut mengandung pengingat agar setiap orang tidak larut dalam euforia ketika memperoleh keberhasilan, kelapangan rezeki, maupun berbagai kemudahan dalam hidup. Sebab, kondisi tersebut bukan semata-mata tanda kemuliaan, melainkan ujian tentang bagaimana seseorang menjaga rasa syukur dan kerendahan hati.

Sebaliknya, ketika menghadapi kesulitan, kegagalan, atau cobaan, umat Islam diajak untuk tetap bersabar dan berprasangka baik kepada Allah SWT. Kesabaran dinilai sebagai bentuk keteguhan iman dalam menghadapi ujian kehidupan.

Baca Juga :  Istighotsah dan Doa PCNU Tebo untuk Keselamatan Bangsa dan Negara

Melalui tausiyah singkat itu, Hanan Attaki mengajak umat untuk menjaga keseimbangan sikap dalam setiap fase kehidupan. Tidak berlebihan saat berada di atas, serta tidak berputus asa ketika berada di bawah.

Sebab, baik nikmat maupun musibah, keduanya merupakan bagian dari ujian yang akan menentukan kualitas keimanan dan kedewasaan seseorang dalam menjalani kehidupan.

Sumber: Saluran dakwah Ustaz Hanan Attaki.
Editor: Madi