Sumbar  

Pemprov Sumbar Pantau Sinkhole Situjuah Batua, Air Mengandung Bakteri Tinggi dan Berbahaya bagi Warga

Warga menyaksikan lubang sinkhole yang muncul di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Foto: Rizki

SIDAKPOST.ID, LIMA PULUH KOTA— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bersama Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota serta instansi terkait melakukan pemantauan intensif dan kajian lanjutan terhadap fenomena sinkhole yang muncul di Nagari Situjuah Batua. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, turun langsung ke lokasi pada Jumat (16/1/2026) dan memberikan penjelasan kepada warga yang menyaksikan kondisi lubang besar berisi air tersebut. Ia menegaskan bahwa air yang menggenang di dalam sinkhole tidak disarankan untuk dikonsumsi secara langsung.

“Berdasarkan hasil kajian awal Badan Geologi dan pemeriksaan Dinas Kesehatan, kualitas air menunjukkan kandungan bakteri cukup tinggi. Dari sisi pH, air ini berada di bawah 6,5. Jadi, tolong jangan diminum. Ibaratnya seperti air sungai pada umumnya,” ujar Vasko di hadapan warga.

Ia berharap informasi tersebut dapat menjadi pedoman bagi masyarakat agar tidak salah memanfaatkan air dari lokasi sinkhole.

Baca Juga :  Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Mutilasi dan Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman

Selain itu, Wagub Sumbar juga menepis berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut murni proses alam dan tidak berkaitan dengan hal mistis maupun klaim air berkhasiat menyembuhkan penyakit.

“Tidak ada air ini untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada,” tegasnya.

Vasko turut mengingatkan masyarakat agar mematuhi batas pengamanan yang telah ditetapkan aparat. Untuk sementara, jarak aman minimal 50 meter dari bibir lubang harus dipatuhi, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih berpotensi mengalami amblasan lanjutan.

Dari hasil perhitungan cepat, ia menjelaskan bahwa secara kimia kandungan total zat terlarut (TDS) dan besi (Fe) masih tergolong aman. Namun, tingginya kandungan bakteri E-Coli menjadi faktor utama yang membuat air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa pengolahan terlebih dahulu. Jika terpaksa digunakan, air wajib dimasak sebelum dipakai.

Kajian lebih mendalam masih terus dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar bersama Badan Geologi. Hasil kajian komprehensif tersebut nantinya akan menjadi dasar rekomendasi teknis kepada Bupati Limapuluh Kota dalam menentukan kebijakan lanjutan terkait pengamanan serta kemungkinan pemanfaatan kawasan.

Baca Juga :  Polres Agam Ringkus Tersangka Narkoba dan 11 Paket Sabu Siap Edar

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, menyampaikan bahwa tim Badan Geologi telah melakukan studi lapangan selama beberapa hari terakhir. Namun, untuk memastikan penyebab amblasan secara menyeluruh, masih dibutuhkan peralatan tambahan serta dukungan logistik guna menunjang kajian ilmiah yang lebih detail.

Sebelumnya, sinkhole tersebut muncul secara tiba-tiba pada Minggu (4/1/2025) siang di lahan persawahan milik warga bernama Adrolmios (61). Kejadian itu pertama kali disadari setelah terdengar suara bergemuruh menyerupai ledakan. Tanah yang sebelumnya telah retak akibat kemarau kemudian amblas, membentuk lubang berisi air dengan kedalaman diperkirakan mencapai 20 meter.

Merespons situasi tersebut, aparat kepolisian bersama BPBD Kabupaten Limapuluh Kota telah memasang garis pengaman di sekitar lokasi guna mencegah warga mendekat ke area berbahaya. (Rar)