Dijelaskan Mursyid sebuah media mendapat sertifikasi faktual dari Dewan Pers itu sangat susah dan mengeluarkan biaya cukup besar.
“Syarat verifikasi faktual itu bukanlah mudah, banyak sekali tahap harus dilewati, mulai dari gaji UMR, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Atas dasar ini baru bisa mendapatkan sertifikat dari Dewan Pers,” kata Mursyid.
Mursyid merupakan anggota Dewan Pembina JMSI Pusat optimistis kepengurusan kedua Dr. Teguh Santosa. Menurutnya, JMSI terus maju dan kompak. Apalagi dengan hadirnya Dr. Hendry Ch Bangun di struktur baru.
Mursyid bilang, Dr. Hendry Ch Bangun telah memiliki pengalaman sebagai anggota Dewan Pers, Sekretaris Jenderal PWI Pusat dua periode, serta menjadi Ketua Umum PWI. Artinya, sudah begitu memahami bagaimana menjadikan JMSI ke depan membangun dan memperkuat ekosistem media yang sehat dan profesional.
“JMSI memang is the best, kekompakan selalu diutamakan. JMSI tidak boleh mati untuk mengabdi di NKRI,” kata alumni Lemhannas PPSA 2012 tersebut.
Asal tahu saja, pengukuhan diawali dengan tarian tradisional, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars JMSI serta doa bersama. Dilanjutkan dengan membaca satu persatu nama kepengurusan sesuai dari surat keputusan perubahan kepengurusan oleh Sekretaris Jendral, Dr. Rahiman Dani.
Dalam sambutannya, Dr. Teguh Santosa menegaskan komitmennya dalam menjadikan JMSI sebagai perusahaan pers.
“Di JMSI anggotanya diberi bintang. Bintang satu berarti memiliki badan hukum, bintang dua sudah mulai melakukan pendataan ke Dewan Pers, bintang tiga berarti terverifikasi administrasi, dan bintang empat terverifikasi faktual. Dari 900an anggota perusahaan pers, lebih setengahnya sudah bintang tiga dan empat. Kami akan terus melakukan pendataan,” ujar Dr. Teguh Santosa.








