Siswa SDN 160 Baru Balai Panjang Belajar di Lantai, Disdik Ajukan Revitalisasi ke Pemerintah Pusat

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Bungo Hj. Anna Lukita Tanggapi Terkait Kondisi Sekolah yang telah mengusulkan. Revitalisasi. Foto : Sari

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kondisi sangat memprihatinkan terjadi di SDN 160/II Baru Balai Panjang, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Sejumlah siswa terpaksa belajar di lantai akibat minimnya sarana dan prasarana, khususnya meja dan kursi yang tidak lagi memadai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah, Rosa Eriyani, membenarkan bahwa sebanyak 12 siswa kelas IV harus belajar tanpa meja dan kursi.

“Benar, ada siswa kami yang belajar di lantai karena meja dan kursi sudah tidak ada lagi. Kami sudah berupaya mengajukan bantuan agar sekolah ini mendapat perhatian, baik untuk pengadaan meubel maupun perbaikan gedung yang rusak,” ujar Rosa, Sabtu (25/4/2026).

Baca Juga :  Pemkab Bungo Ikuti Rakor Inflasi Bersama Mendagri Secara Virtual

Rosa menjelaskan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama berdasarkan keterangan guru senior. Sejak dirinya menjabat sebagai Plt kepala sekolah sekitar dua tahun terakhir, berbagai usulan perbaikan terus diajukan.

“Siswa kelas IV memang tidak memiliki meja dan kursi, sehingga terpaksa belajar di lantai. Untuk pengajuan sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo. Informasinya, usulan revitalisasi sudah diteruskan ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Baca Juga :  KPU Bungo Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan DPS Pemilukada 2024

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, Hj. Ir. Anna Lukita, mengatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan kebutuhan sekolah, termasuk pengadaan meubel dan revitalisasi bangunan, ke Kementerian Pendidikan Dasar dan menengah (Kemendikdasmen).

“Semua usulan sudah kami ajukan ke pusat, baik untuk pengadaan meubel maupun revitalisasi sekolah yang tidak layak. Usulan dari sekolah masuk ke dinas, kemudian kami teruskan ke kementerian,” ujar Anna.