Parameter karbon monoksida (CO) juga menunjukkan peningkatan pada sore hingga menjelang malam. Pada pukul 18.00 WIB, konsentrasi CO dalam data sementara tercatat mencapai 1.510,39 µg/m³.
Eryanto menegaskan angka tersebut belum bisa langsung diterjemahkan sebagai kategori ISPU seperti baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, atau berbahaya.
Angka pada tabel merupakan konsentrasi polutan, sedangkan kategori ISPU ditetapkan melalui proses konversi berdasarkan parameter, standar, dan sistem pemantauan yang berlaku.
“Jangan langsung disimpulkan sebagai kategori ISPU. Data sementara ini belum bisa langsung diterjemahkan menjadi kategori resmi,” katanya.
Eryanto mengatakan alat yang baru dipasang kembali pada 24 Agustus masih menjalani pengujian. Karena itu, kemungkinan adanya anomali pada data sementara masih terbuka dan hasil pemantauan perlu menunggu proses pengukuran selama 1 x 24 jam.
DLH-HUB Kabupaten Tebo dijadwalkan memberikan gambaran hasil ISPU yang lebih mendekati final pada Rabu, 26 Agustus 2026. Masyarakat diminta menunggu hasil resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai kondisi kualitas udara di Kabupaten Tebo.
“Data sementara menunjukkan ada parameter yang perlu diperhatikan. Namun, kepastian mengenai status atau kategori kualitas udara Kabupaten Tebo tetap menunggu hasil pengukuran dan pengolahan data ISPU yang lebih akurat dan faktual,” kata Eryanto. (adl)









