Bungo  

Panen Jagung Hibrida 1,5 Hektar di Tanjung Agung, Camat Camat Muko-Muko Batin VII Dorong Ketahanan Pangan Desa

Camat Mukomuko Batin VII, Septian Arifin saat melakukan panen jagung hibrida di lahan seluas 1,5 hektar di Desa Tanjung Agung. Foto: Widodo

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah kecamatan akan terus mendorong desa-desa di wilayah Mukomuko Batin VII untuk memanfaatkan potensi lahan yang ada, baik untuk tanaman jagung, padi, maupun komoditas pertanian lainnya.

“Program seperti ini akan terus kita dorong. Harapannya bukan hanya di Desa Tanjung Agung, tetapi juga desa-desa lain di Kecamatan Mukomuko Batin VII dapat mengembangkan program serupa melalui BUMDes. Dengan begitu ekonomi masyarakat bisa semakin meningkat,” katanya.

Secara umum, produksi jagung hibrida di Indonesia dapat mencapai rata-rata 4 hingga 6 ton per hektar, bahkan pada kondisi budidaya yang optimal bisa mencapai 7 hingga 8 ton per hektar. Namun hasil panen sangat dipengaruhi oleh faktor kualitas benih, kesuburan tanah, pemupukan, serta perawatan tanaman selama masa tanam.

Baca Juga :  Ratusan Masyarakat Tanjung Agung Siap Menangkan Pasangan JADI

Dengan luas lahan 1,5 hektar, potensi produksi jagung sebenarnya bisa mencapai kisaran 6 hingga 9 ton jika dikelola secara optimal. Meski demikian, target panen sekitar 5 ton yang dicanangkan dalam program BUMDes Desa Tanjung Agung dinilai cukup realistis sebagai tahap awal pengembangan usaha pertanian desa.

Selain meningkatkan produksi pangan, program penanaman jagung hibrida ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa, mulai dari pengolahan hasil panen hingga pemasaran produk pertanian.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Jalin Kerjasama dengan Kemenag Bungo

Pemerintah kecamatan berharap keberhasilan panen ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih serius mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu sumber penghasilan utama.

“Ke depan kita berharap program jagung ini terus berlanjut. Jika hasilnya baik dan masyarakat semakin semangat mengelola lahan, tentu ini akan berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tanjung Agung,” tutup Septian Arifin.