Kelima, berita opini (opinion news/artikel). Berita ini berisi pandangan atau analisis dari penulis atau narasumber tertentu.
Dalam penyajiannya, harus dibedakan secara jelas antara fakta dan opini, agar tidak menyesatkan pembaca. KEJ menekankan transparansi serta tanggung jawab terhadap isi tulisan.
Keenam, berita interpretatif (interpretative news). Jenis ini menggabungkan fakta dengan penjelasan atau interpretasi untuk membantu pembaca memahami suatu isu yang kompleks.
Meski ada unsur penafsiran, jurnalis tetap wajib berbasis data dan tidak menyimpang dari fakta.
Dengan memahami berbagai jenis berita tersebut, seorang jurnalis dapat memilih pendekatan yang tepat sesuai dengan peristiwa yang diliput.
Namun yang paling utama, apapun jenis beritanya, harus tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik agar informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh publik.(**)
Ditulis oleh Bung Zakaria, pemilik media sidakpost.id, Pemegang Kartu (Wartawan Utama) Dewan Pers







