“Air mati sudah biasa, tapi ini paling lama sampai dua minggu. Yang punya sumur bor mungkin aman, tapi kami yang bergantung pada PDAM terpaksa beli air atau numpang mandi ke keluarga,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama DPRD segera turun tangan mencari solusi konkret atas krisis ini. Tak hanya di Kembar Lestari, sebagian wilayah Perumahan Puri Arza juga dilaporkan mengalami dampak serupa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan diduga terjadi pada jalur distribusi pipa menuju Kembar Lestari dan Puri Arza. Sementara distribusi ke wilayah lain masih berjalan lancar.
Warga kini menunggu langkah cepat dan nyata dari pemerintah agar krisis air bersih ini tidak terus berlarut. (Ais)








